Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Farmakologis dan Keamanan Codonopsis pilosula sebagai Herbal Imunomodulator: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Lebih dari 80 artikel penelitian terdahulu yang relevan
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi pustaka)
    Temuan:
    Codonopsis pilosula memiliki aktivitas imunomodulator, anti-inflamasi, antioksidan, antikanker, dan pelindung gastrointestinal. Senyawa utama seperti polisakarida dan saponin berperan dalam efek farmakologis tersebut.
  2. Polisakarida Codonopsis pilosula Memperbaiki Diabetes Tipe 2 melalui Modulasi Mikrobiota Usus dan Produksi Asam Lemak Rantai Pendek

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor mencit jantan db/db dengan diabetes tipe 2 yang dibagi menjadi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan per oral setiap hari selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian polisakarida C. pilosula menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan resistensi insulin. Efek ini berkaitan dengan perbaikan komposisi mikrobiota usus serta peningkatan asam lemak rantai pendek (SCFA).
  3. Polisakarida Codonopsis pilosula Mengurangi Peradangan Kolon pada Kolitis Ulseratif melalui Jalur TLR4/NF-κB

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    50 ekor mencit BALB/c jantan dengan kolitis ulseratif yang diinduksi DSS 3%
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per oral selama 7 hari
    Temuan:
    Polisakarida C. pilosula secara signifikan menurunkan skor aktivitas penyakit dan kerusakan histologis kolon. Efek antiinflamasi terjadi melalui penurunan ekspresi TLR4 dan NF-κB p65 pada jaringan usus.
  4. Efek Antioksidan dan Anti-Kelelahan Ekstrak Codonopsis pilosula pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    32 ekor mencit ICR jantan yang diinduksi kelelahan dengan forced swimming test
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 600 mg/kg berat badan per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak C. pilosula memperpanjang durasi renang dan menurunkan kadar laktat serta urea nitrogen serum. Aktivitas enzim antioksidan SOD dan GSH-Px juga meningkat secara signifikan.
  5. Polisakarida Codonopsis pilosula Melindungi Hati dari Steatosis pada Penyakit Hati Berlemak Non-Alkoholik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    48 ekor mencit C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg berat badan per oral setiap hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Polisakarida C. pilosula mengurangi akumulasi lipid hati dan menurunkan kadar ALT serta AST serum. Efek hepatoprotektif ini berhubungan dengan aktivasi AMPK dan perbaikan mikrobiota usus.
  6. Ekstrak Codonopsis pilosula Menginduksi Apoptosis Sel Karsinoma Hepatoseluler melalui Jalur Mitokondria

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel HepG2 (karsinoma hepatoseluler manusia) dengan tiga kali replikasi
    Dosis/Durasi:
    0–400 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak C. pilosula menghambat proliferasi sel HepG2 secara dosis-dependent dan menginduksi apoptosis. Mekanisme apoptosis terjadi melalui peningkatan ekspresi Bax, kaspase-3, dan pelepasan sitokrom c.
  7. Ekstrak Codonopsis pilosula Melindungi Cedera Paru Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor mencit BALB/c jantan dengan model cedera paru akut melalui LPS intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kg berat badan per oral selama 5 hari
    Temuan:
    Ekstrak C. pilosula mengurangi edema paru dan infiltrasi sel inflamasi pada jaringan paru. Kadar sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-1β juga menurun secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol.

Advertisement


Cari: