Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Ekstrak etanol Chrysanthemum indicum L. menghambat inflamasi yang diinduksi lipopolisakarida pada makrofag RAW264.7 melalui penekanan NLRP3 inflammasome

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel makrofag mencit RAW264.7 yang dipapar lipopolisakarida (LPS) dengan dan tanpa ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 25, dan 50 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Krisan India menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 serta menghambat aktivasi NF-κB dan NLRP3. Efek ini juga disertai penurunan stres oksidatif intraseluler.
  2. Ekstrak Chrysanthemum indicum L. memperbaiki kolitis ulseratif pada mencit melalui regulasi mikrobiota usus dan asam lemak rantai pendek

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 dengan kolitis yang diinduksi dekstran sulfat natrium (DSS) 2%
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 100 dan 200 mg/kg per oral sekali sehari selama 10 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan indeks aktivitas penyakit kolitis, memulihkan panjang kolon, dan mengurangi infiltrasi sel inflamasi. Pengobatan juga meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus serta kadar asam lemak rantai pendek seperti butirat.
  3. Ekstrak etanol Chrysanthemum indicum L. mengurangi obesitas dan steatosis hati pada mencit diet tinggi lemak melalui aktivasi AMPK

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    50 mencit C57BL/6 yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    50, 100, dan 200 mg/kg per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan berat badan, kadar glukosa darah, dan trigliserida hati secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol diet tinggi lemak. Analisis protein menunjukkan peningkatan fosforilasi AMPK dan penurunan ekspresi SREBP-1c.
  4. Aktivitas neuroprotektif Chrysanthemum indicum L. terhadap toksisitas β-amyloid pada sel SH-SY5Y melalui jalur Akt/Nrf2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel neuroblastoma manusia SH-SY5Y yang diinduksi peptida Aβ25-35
    Dosis/Durasi:
    Praperlakuan 5, 10, dan 20 µg/mL selama 24 jam sebelum induksi Aβ
    Temuan:
    Ekstrak meningkatkan viabilitas sel dan menekan produksi spesies oksigen reaktif akibat Aβ. Ekstrak juga mengaktifkan translokasi Nrf2 ke inti dan meningkatkan ekspresi protein anti-apoptosis Bcl-2.
  5. Krisan India melindungi hati dari fibrosis akibat karbon tetraklorida melalui inhibisi jalur TGF-β1/Smad dan apoptosis sel stellate hati

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo/in vitro)
    Sampel:
    42 tikus Sprague-Dawley yang diinduksi CCl4 dan sel stellate hati LX-2
    Dosis/Durasi:
    75 dan 150 mg/kg per oral dua kali seminggu selama 8 minggu; in vitro 20 dan 40 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar ALT/AST serum, mengurangi deposisi kolagen, dan menekan ekspresi α-SMA serta TGF-β1 di jaringan hati. Pada sel LX-2, ekstrak menghambat proliferasi dan migrasi sel stellate yang teraktivasi.
  6. Ekstrak Chrysanthemum indicum L. menghambat pembentukan biofilm dan aktivitas hemolisin Staphylococcus aureus melalui penurunan regulasi gen agr

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Strain Staphylococcus aureus termasuk MRSA USA300
    Dosis/Durasi:
    62,5 dan 125 µg/mL selama 18 jam
    Temuan:
    Konsentrasi sub-MIC ekstrak menghambat pembentukan biofilm dan produksi hemolisin tanpa mendorong munculnya resistensi. Analisis qRT-PCR menunjukkan penurunan ekspresi RNAIII dan gen agrA.
  7. Ekstrak metanol Chrysanthemum indicum L. menginduksi apoptosis sel karsinoma paru A549 melalui jalur mitokondria yang melibatkan spesies oksigen reaktif

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel karsinoma paru manusia A549 dan sel normal bronkial BEAS-2B
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–200 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak secara selektif menurunkan viabilitas sel A549 dengan meningkatkan rasio Bax/Bcl-2 dan aktivasi kaspase-3/9. Pembentukan spesies oksigen reaktif merupakan langkah awal yang penting dalam apoptosis yang diinduksi ekstrak.
  8. Chrysanthemum indicum L.: Tinjauan sistematis fitokimia, farmakologi, dan toksikologi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    54 studi relevan dari PubMed, Scopus, dan Web of Science periode 2000–2023
    Dosis/Durasi:
    Tidak dapat dilakukan meta-analisis karena heterogenitas dosis dan desain studi
    Temuan:
    Krisan India mengandung flavonoid, seskuiterpenoid, dan polifenol yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif. Studi in vivo menunjukkan potensi efek hepatoprotektif dan antihipertensi, tetapi diperlukan standarisasi dosis dan uji klinis lebih lanjut.

Advertisement


Cari: