Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan komprehensif Swertia chirata: Fitokimia, aktivitas farmakologi, dan penggunaan tradisional

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Analisis terhadap 137 artikel asli yang mencakup studi in vitro, in vivo, dan beberapa laporan klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; tinjauan pustaka
    Temuan:
    Swertia chirata mengandung senyawa utama amarogentin, swertiamarin, dan mangiferin yang berkaitan dengan aktivitas antidiabetes, antioksidan, hepatoprotektif, serta antiinflamasi. Bukti praklinis mendukung penggunaan tradisionalnya, tetapi uji klinis berkualitas tinggi masih diperlukan.
  2. Ekstrak etanol Swertia chirata memperbaiki hiperglikemia dan stres oksidatif pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol diabetes, serta kelompok dosis 100, 200, dan 400 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Swertia chirata secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan seperti superoksida dismutase dan katalase. Efek antidiabetes terbaik terlihat pada dosis 400 mg/kg.
  3. Aktivitas hepatoprotektif ekstrak hidroalkohol Swertia chirata terhadap kerusakan hati akibat karbon tetraklorida pada tikus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 ekor tikus Sprague-Dawley yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) 0,5 mL/kg intraperitoneal dua kali seminggu
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg per oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Swertia chirata menurunkan kadar serum ALT, AST, dan ALP serta memperbaiki gambaran histologi jaringan hati dibandingkan kelompok kontrol CCl4. Efek hepatoprotektif diduga melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi.
  4. Swertiamarin dari Swertia chirata melemahkan cedera paru akut akibat lipopolisakarida melalui penghambatan jalur NF-κB pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    24 ekor tikus BALB/c jantan; cedera paru akut diinduksi dengan lipopolisakarida intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kg intraperitoneal; diberikan 3 hari sebelum dan 24 jam setelah induksi LPS
    Temuan:
    Swertiamarin mengurangi infiltrasi neutrofil, kadar sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6, serta edema paru. Efek ini berkaitan dengan penghambatan aktivasi NF-κB.
  5. Aktivitas antimikroba senyawa bioaktif Swertia chirata terhadap bakteri patogen dan jamur

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak dan fraksi Swertia chirata diuji terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans
    Dosis/Durasi:
    In vitro; konsentrasi 15,6–500 µg/mL dengan inkubasi 24–48 jam
    Temuan:
    Fraksi etil asetat Swertia chirata menunjukkan zona hambat tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans dengan konsentrasi hambat minimum 62,5–125 µg/mL. Kandungan flavonoid dan sekoiridoid diduga berperan dalam aktivitas antimikroba.
  6. Eksplorasi target molekuler senyawa aktif Swertia chirata pada diabetes melitus tipe 2 melalui farmakologi jaringan dan molecular docking

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi komputasional
    Sampel:
    10 senyawa aktif Swertia chirata (amarogentin, swertiamarin, mangiferin, bellidifolin, dll.) dan 89 gen target terkait diabetes
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; studi in silico
    Temuan:
    Swertiamarin dan mangiferin berikatan dengan afinitas tinggi pada target PPARG, DPP4, dan SGLT1. Jalur yang terlibat mencakup metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin.
  7. Efektivitas dan keamanan Swertia chirata sebagai terapi komplementer diabetes melitus tipe 2: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi klinis yang terdiri atas 2 RCT, 4 studi pra-pascaperlakuan, dan 2 studi kasus; total 412 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Variasi: 250–1000 mg ekstrak per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Swertia chirata berpotensi menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c serta memperbaiki profil lipid bila digunakan sebagai terapi komplementer. Namun, ukuran sampel kecil dan risiko bias tinggi sehingga diperlukan uji klinis yang lebih kuat.

Advertisement


Cari: