Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Cichorium intybus terhadap kadar glukosa dan lipid darah: tinjauan sistematis dan meta-analisis dari uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis RCT
    Sampel:
    17 uji klinis acak dengan total 1.286 partisipan dewasa, termasuk subjek dengan diabetes tipe 2 dan dislipidemia
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 1–10 g/hari ekstrak atau bubuk chicory selama 4–24 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Cichorium intybus secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, dan LDL. Efek lebih nyata pada pemberian dosis lebih tinggi dan durasi lebih dari 8 minggu.
  2. Efek Cichorium intybus terhadap enzim hati dan steatosis pada penyakit hati berlemak non-alkohol: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis / Systematic Review
    Sampel:
    9 studi klinis (5 RCT dan 4 studi kuasi-eksperimental) dengan total 634 pasien NAFLD
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kering 500–1.500 mg/hari atau teh seduhan 10–20 g/hari selama 8–16 minggu.
    Temuan:
    Cichorium intybus secara konsisten menurunkan ALT, AST, dan GGT pada pasien NAFLD. Sebagian studi juga menunjukkan perbaikan derajat steatosis hati dan penurunan penanda inflamasi.
  3. Efek ekstrak biji Cichorium intybus terhadap kadar asam urat serum pada pasien hiperurisemia: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien hiperurisemia asimtomatik (44 perempuan dan 28 laki-laki), usia 25–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak biji chicory 600 mg dua kali sehari (total 1.200 mg/hari) selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak biji chicory selama 12 minggu menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perubahan bermakna pada fungsi ginjal atau efek samping serius.
  4. Efek ekstrak Cichorium intybus terhadap kontrol glikemik dan resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis acak terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien diabetes tipe 2 dengan HbA1c 7–9%, usia 40–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak air chicory 500 mg tiga kali sehari (total 1.500 mg/hari) selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi chicory selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa, insulin, dan HOMA-IR secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar adiponektin juga meningkat pada kelompok yang mendapat chicory.
  5. Efek prebiotik inulin chicory terhadap frekuensi defekasi dan konsistensi feses pada konstipasi fungsional: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis RCT
    Sampel:
    10 uji klinis acak dengan total 512 partisipan dewasa dengan konstipasi fungsional
    Dosis/Durasi:
    Inulin chicory 5–20 g/hari selama 2–12 minggu.
    Temuan:
    Inulin yang berasal dari Cichorium intybus meningkatkan frekuensi defekasi mingguan dan memperbaiki konsistensi feses. Efek optimal terlihat pada dosis 12 g/hari atau lebih dengan durasi pemberian minimal 4 minggu.
  6. Pengaruh Cichorium intybus terhadap mikrobiota usus dan mediator inflamasi: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (klinis dan preklinis) yang mengevaluasi efek Cichorium intybus terhadap mikrobiota usus dan sitokin inflamasi
    Dosis/Durasi:
    Beragam; inulin 5–15 g/hari atau ekstrak chicory 250–1.500 mg/hari selama 4–12 minggu.
    Temuan:
    Cichorium intybus meningkatkan kelimpahan Bifidobacterium dan Lactobacillus serta menurunkan penanda inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Efek ini berkaitan dengan kandungan inulin, fenolik, dan seskuiterpen lakton pada tanaman.

Advertisement


Cari: