Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Akar Gobo (Arctium lappa) terhadap Glukosa Darah, Profil Lipid, dan Penanda Inflamasi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2 (usia 40–65 tahun) yang dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi dan plasebo.
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak akar Arctium lappa 600 mg/hari (dibagi dalam 2 dosis 300 mg) selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar Arctium lappa selama 8 minggu secara bermakna menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, LDL, dan kadar hs-CRP dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama periode penelitian.
  2. Polisakarida Akar Arctium lappa Memperbaiki Kolitis Ulseratif pada Mencit melalui Modulasi Mikrobiota Usus dan Keseimbangan Sel Treg/Th17

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    Mencit C57BL/6 dengan kolitis yang diinduksi dekstran natrium sulfat (DSS); menggunakan 4 kelompok dengan masing-masing 10 ekor mencit.
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan per oral setiap hari selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian polisakarida Arctium lappa menurunkan skor aktivitas penyakit dan memperbaiki kerusakan histologis jaringan usus besar. Efek tersebut berkaitan dengan pemulihan keseimbangan mikrobiota usus serta peningkatan sel Treg dan penurunan sitokin proinflamasi Th17.
  3. Ekstrak Akar Arctium lappa Menghambat Proliferasi dan Menginduksi Apoptosis pada Sel Karsinoma Hepatoseluler HepG2 melalui Jalur Mitokondria

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2 (karsinoma hepatoseluler) dan sel normal LO2; konsentrasi ekstrak 25, 50, 100, dan 200 µg/mL.
    Dosis/Durasi:
    Paparan 25–200 µg/mL selama 24, 48, dan 72 jam; nilai IC50 sekitar 88 µg/mL pada 48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak akar burdock secara dosis-bergantung menurunkan viabilitas sel HepG2 dan memicu apoptosis melalui peningkatan rasio Bax/Bcl-2 serta aktivasi kaspase-3 dan kaspase-9. Efek sitotoksik pada sel normal LO2 jauh lebih rendah dibandingkan sel HepG2.
  4. Efek Anti-Obesitas Ekstrak Akar Arctium lappa pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak: Peran Mikrobiota Usus dan Metabolisme Lipid

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    Tikus Sprague-Dawley jantan (n=32) yang diberi diet tinggi lemak selama 10 minggu.
    Dosis/Durasi:
    150 dan 300 mg/kg berat badan per oral setiap hari selama 10 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak Arctium lappa secara signifikan mengurangi kenaikan berat badan, lemak visceral, trigliserida, dan kolesterol LDL pada tikus obesitas. Perbaikan dislipidemia berkaitan dengan peningkatan kelimpahan bakteri penghasil asam lemak rantai pendek seperti Akkermansia dan Roseburia.
  5. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologis Arctium lappa (Gobo): Antioksidan, Anti-Inflamasi, Antimikroba, dan Antikanker

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    44 studi yang memenuhi kriteria inklusi dari PubMed, Scopus, dan Web of Science (rentang 2015–2023).
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (tinjauan sistematis).
    Temuan:
    Bukti dari studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak dan senyawa bioaktif Arctium lappa memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antimikroba, dan antikanker yang signifikan. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas sehingga standardisasi dosis dan keamanan jangka panjang masih perlu diteliti lebih lanjut.
  6. Efek Ekstrak Etanol Akar Arctium lappa terhadap Lesi Kulit Mirip Dermatitis Atopik pada Mencit BALB/c

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    Mencit BALB/c yang diinduksi dermatitis atopik dengan ovalbumin/DNCB; tiga kelompok perlakuan dengan masing-masing 8 ekor mencit.
    Dosis/Durasi:
    Krim ekstrak etanol 2% dioleskan topikal sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol Arctium lappa secara signifikan mengurangi ketebalan telinga, skor dermatitis, dan kadar IgE total serum. Ekstrak juga menghambat ekspresi sitokin Th2 seperti IL-4 dan IL-13 serta memperbaiki integritas sawar kulit.

Advertisement


Cari: