Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Kajian Sistematis Potensi Antidiabetes dan Kandungan Fitokimia Ziziphus mauritiana

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    36 studi in vitro dan in vivo yang membahas ekstrak daun, buah, serta kulit batang Ziziphus mauritiana beserta senyawa bioaktifnya
    Dosis/Durasi:
    Berbagai dosis 100–500 mg/kgBB per oral selama 2–8 minggu; konsentrasi ekstrak 25–200 µg/mL pada uji in vitro.
    Temuan:
    Ekstrak Ziziphus mauritiana menunjukkan efek antihiperglikemia melalui penghambatan alfa-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Senyawa fenolik dan flavonoid berperan sebagai antioksidan yang mendukung perlindungan sel beta pankreas.
  2. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) terhadap Fibrosis Hati Akibat Karbon Tetraklorida pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan; dibagi menjadi kelompok normal, kontrol CCl4, serta tiga kelompok ekstrak dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kgBB diberikan per oral setiap hari selama 14 hari; CCl4 diberikan intraperitoneal pada hari ke-7 dan ke-14.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun bidara 400 mg/kgBB menurunkan kadar ALT, AST, dan malondialdehid secara signifikan dibandingkan kontrol CCl4. Ekstrak juga meningkatkan aktivitas SOD dan katalase, sehingga mengurangi stres oksidatif.
  3. Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ekstrak Daun Bidara terhadap Bakteri Multidrug-Resistant

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak metanol dan etil asetat daun Ziziphus mauritiana; diuji terhadap isolat klinis MRSA, Escherichia coli penghasil ESBL, dan Pseudomonas aeruginosa
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,125–8 mg/mL; inkubasi 24 jam pada suhu 37°C untuk uji mikrobiologi.
    Temuan:
    Ekstrak metanol daun bidara memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat 12–18 mm dan MIC 0,5–2 mg/mL. Aktivitas antioksidannya berkorelasi dengan kandungan total fenol dan flavonoid.
  4. Ekstrak Daun Bidara sebagai Salep Mempercepat Penyembuhan Luka pada Tikus Model Diabetes

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 ekor tikus galur Wistar yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin; dibuat luka eksisi penuh di area punggung
    Dosis/Durasi:
    Salep ekstrak 5% dan 10% dioleskan topikal sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Salep ekstrak daun bidara 10% meningkatkan kontraksi luka dan ketebalan kolagen dibandingkan kontrol. Waktu reepitelialisasi lebih singkat dan ekspresi TNF-alfa menurun, sehingga mempercepat penyembuhan luka diabetes.
  5. Efek Anti-Inflamasi dan Antinosiseptif Ekstrak Kulit Akar Bidara pada Tikus dengan Artritis Adjuvan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    32 ekor tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi complete Freund's adjuvant untuk model artritis
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 300 mg/kgBB diberikan oral selama 21 hari sejak induksi artritis.
    Temuan:
    Ekstrak kulit akar Ziziphus mauritiana dosis 300 mg/kgBB menurunkan edema kaki serta kadar TNF-alfa, IL-6, dan IL-1 beta. Efek analgesiknya sebanding dengan natrium diklofenak pada model nyeri inflamasi.
  6. Sintesis Hijau Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Daun Bidara: Karakterisasi dan Aktivitas Antimikroba

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Nanopartikel perak disintesis dari 10 mL ekstrak daun 10% dan 90 mL AgNO3 1 mM; dikarakterisasi menggunakan UV-Vis, DLS, dan SEM-EDX
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi nanopartikel 5–100 µg/mL; uji antibakteri dengan difusi cakram dan dilusi selama 24 jam.
    Temuan:
    Nanopartikel perak berbasis ekstrak daun bidara berukuran rata-rata 15–40 nm dan stabil. Partikel ini menunjukkan aktivitas antibakteri kuat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta bersifat sitotoksik terhadap sel MCF-7.
  7. Perbandingan Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Bioaktif Buah Bidara Segar dan Kering

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Buah Ziziphus mauritiana matang segar dan kering; dianalisis menggunakan metode DPPH, FRAP, dan HPLC untuk senyawa fenolik
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 50–500 ppm; pengeringan buah pada suhu 50°C selama 48 jam sebelum ekstraksi.
    Temuan:
    Buah kering memiliki kadar asam galat, rutin, dan epikatekin yang lebih tinggi serta kapasitas antioksidan lebih baik dibandingkan buah segar. Pengeringan dapat mengkonsentrasikan senyawa bioaktif fungsional pada buah bidara.

Advertisement


Cari: