Kasifikasi ilmiah Tapak Kuda (Ipomoea pes-caprae)
Author: (L.) R.Br.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Solanales |
| Famili: | Convolvulaceae |
| Subfamili: | Convolvuloideae |
| Tribus: | Ipomoeeae |
| Genus: | Ipomoea |
| Spesies: | Ipomoea pes-caprae |
Ipomoea pes-caprae, atau yang lebih dikenal dengan nama tapak kuda, adalah tanaman merambat yang tangguh dan sering kita jumpai di sepanjang pesisir pantai berpasir. Tanaman ini punya daun unik yang berbentuk seperti jejak kaki kambing, makanya namanya diambil dari bahasa Latin 'pes' yang artinya kaki dan 'caprae' yang berarti kambing. Selain bentuk daunnya yang ikonik, bunga ungunya yang berbentuk terompet bikin pemandangan pantai jadi makin cantik dan segar.
Nggak cuma sekadar tanaman penghias pantai, tapak kuda ini punya peran penting banget buat menjaga ekosistem pesisir. Akar-akarnya yang menjalar panjang berfungsi mengikat pasir agar tidak mudah terbawa abrasi atau erosi air laut. Di beberapa tempat, tanaman ini juga sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan gatal-gatal akibat gigitan ubur-ubur atau masalah kulit lainnya, lho.
Advertisement