Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan keamanan ekstrak Ipomoea pes-caprae terhadap hemoroid kronis: uji acak tersamar ganda terkendali plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi acak terkendali (RCT)
    Sampel:
    80 pasien hemoroid derajat I–II (usia 18–65 tahun), dibagi menjadi 2 kelompok (40 kelompok ekstrak, 40 kelompok plasebo)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kering Ipomoea pes-caprae 100 mg dua kali sehari (total 200 mg/hari) selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Tapak Kuda menurunkan skor nyeri, perdarahan, dan rasa gatal secara bermakna dibandingkan plasebo pada minggu ke-4. Tidak ditemukan efek samping sistemik yang serius selama periode penelitian.
  2. Aktivitas antiinflamasi dan analgetik ekstrak etanol daun Tapak Kuda pada model nyeri dan edema tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vivo
    Sampel:
    50 tikus Sprague-Dawley jantan dengan berat 200–250 gram, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per oral, sekali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 200 dan 400 mg/kg menurunkan edema kaki secara signifikan dibandingkan kontrol. Efek analgetik pada dosis 400 mg/kg setara dengan natrium diklofenak.
  3. Ekstrak Ipomoea pes-caprae menghambat ekspresi iNOS dan COX-2 pada makrofag RAW264.7 yang distimulasi lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 dengan konsentrasi ekstrak 5–100 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Inkubasi 24 jam dengan lipopolisakarida (LPS) 1 µg/mL dan ekstrak 5–100 µg/mL
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida dan TNF-α serta menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2 secara bergantung dosis. Senyawa aktif utama diduga adalah klorogenat dan kuersetin.
  4. Aktivitas penyembuhan luka ekstrak etanol daun Ipomoea pes-caprae pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan luka eksisi, dibagi dalam 3 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Salep ekstrak 5% dan 10% dioleskan sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Salep ekstrak 10% mempercepat kontraksi luka dan meningkatkan pembentukan kolagen secara signifikan dibandingkan kontrol. Indeks penyembuhan luka setara dengan povidone iodine 10%.
  5. Tinjauan sistematis efek farmakologis Ipomoea pes-caprae: dari antiinflamasi hingga penyembuhan luka

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Tinjauan sistematis
    Sampel:
    32 artikel penelitian relevan dari PubMed, Scopus, dan Web of Science (2010–2024)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; merupakan tinjauan sistematis
    Temuan:
    Bukti eksperimental menunjukkan potensi antiinflamasi, antioksidan, analgetik, dan penyembuhan luka yang didukung oleh senyawa polifenol. Namun, standarisasi ekstrak dan uji klinis pada manusia masih perlu dikembangkan.
  6. Potensi antihiperglikemik dan antioksidan fraksi daun Ipomoea pes-caprae melalui penghambatan α-glukosidase

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vitro
    Sampel:
    Enzim α-glukosidase dan fraksi daun Ipomoea pes-caprae dengan tiga kali replikasi
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 20–400 µg/mL; uji inhibisi enzim dilakukan secara in vitro
    Temuan:
    Fraksi etil asetat menunjukkan penghambatan α-glukosidase paling kuat dengan nilai IC50 82,5 µg/mL dibandingkan acarbose (IC50 112,3 µg/mL). Aktivitas antioksidan fraksi berkorelasi dengan kandungan total fenolik.

Advertisement


Cari: