Kasifikasi ilmiah Bandotan (Ageratum conyzoides)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Subfamili: | Asteroideae |
| Tribus: | Eupatorieae |
| Genus: | Ageratum |
| Spesies: | Ageratum conyzoides |
Ageratum conyzoides atau yang lebih akrab disapa bandotan merupakan tumbuhan gulma yang sering kita temui di pinggir jalan, kebun, atau lahan kosong. Tanaman ini memiliki bunga kecil berwarna ungu muda atau putih yang berbentuk seperti bola kapas, namun jangan tertipu oleh tampilannya yang manis karena tanaman ini dikenal punya aroma khas yang cukup menyengat dan sering dianggap sebagai pengganggu tanaman budidaya.
Meskipun sering dianggap gulma, bandotan sebenarnya punya sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Di beberapa daerah di Indonesia, daunnya sering dimanfaatkan sebagai obat luar untuk menghentikan pendarahan pada luka atau meredakan gatal akibat gigitan serangga. Jadi, tanaman ini sebenarnya punya potensi manfaat yang besar asalkan kita tahu cara mengolahnya dengan benar.
Advertisement