Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh perlakuan panas-lembab terhadap sifat fisikokimia, struktur, dan daya cerna pati umbi garut (Maranta arundinacea L.)

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Pati umbi garut dari 3 aksesi; analisis triplo
    Dosis/Durasi:
    Perlakuan HMT pada kadar air 20-30% dan suhu 100-120°C selama 4-8 jam
    Temuan:
    Perlakuan panas-lembab meningkatkan kadar pati resisten dan menurunkan indeks glikemik in vitro. Perubahan struktur granula meningkatkan stabilitas termal dan sifat fungsional pati.
  2. Pengaruh ekstraksi berbantuan ultrasonik terhadap rendemen dan sifat fisikokimia pati umbi garut

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Eksperimental
    Sampel:
    Pati umbi garut dari 5 kg umbi segar; ekstraksi konvensional vs ultrasonik
    Dosis/Durasi:
    Ultrasonik 20 kHz, amplitudo 40-60%, 10-30 menit
    Temuan:
    Ekstraksi ultrasonik meningkatkan rendemen pati dan memperbaiki kemurnian serta sifat pasting. Waktu ekstraksi lebih singkat tanpa merusak struktur granula secara signifikan.
  3. Karakterisasi dan aplikasi film berbasis pati umbi garut dengan minyak esensial oregano untuk pengemasan pangan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Eksperimental
    Sampel:
    Film pati umbi garut dengan konsentrasi minyak oregano 0%, 1%, 2%, 3% (b/v)
    Dosis/Durasi:
    Minyak oregano 1-3% (b/v); pengujian penyimpanan 15 hari
    Temuan:
    Penambahan minyak oregano meningkatkan aktivitas antimikroba dan sifat barier uap air film. Film berpotensi memperpanjang umur simpan produk pangan.
  4. Pengembangan roti bebas gluten dengan pati umbi garut: optimasi dan evaluasi mutu

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Eksperimental (optimasi formula)
    Sampel:
    12 formulasi roti bebas gluten; uji sensoris 80 panelis
    Dosis/Durasi:
    Substitusi pati garut 10-50% dari total tepung; pemanggangan 180°C selama 25 menit
    Temuan:
    Substitusi pati umbi garut hingga 30% menghasilkan roti dengan tekstur dan penerimaan sensoris terbaik. Roti memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding roti kontrol.
  5. Daya cerna in vitro dan indeks glikemik pati umbi garut: efek pemanasan dan pendinginan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Pati umbi garut yang dimasak dan didinginkan pada suhu 4°C selama 0, 12, 24, 48 jam
    Dosis/Durasi:
    Pemanasan 100°C selama 20 menit; pendinginan 4°C selama 12-48 jam
    Temuan:
    Siklus pemanasan-pendinginan meningkatkan kadar pati resisten tipe 3 hingga 2 kali lipat. Indeks glikemik in vitro menurun signifikan setelah pendinginan 24 jam.
  6. Aktivitas antioksidan dan antimikroba ekstrak rimpang umbi garut (Maranta arundinacea L.)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol, metanol, dan air dari rimpang umbi garut; uji DPPH, ABTS, dan difusi cakram
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 50-500 µg/mL; inkubasi 24-48 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Senyawa fenolik dan flavonoid berkontribusi terhadap aktivitas tersebut.
  7. Aktivitas penyembuhan luka hidrogel berbasis pati umbi garut pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Eksperimental in vivo (RCT hewan)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, hidrogel pati garut 5%, 10%, 15%, dan povidone-iodine)
    Dosis/Durasi:
    Aplikasi topikal hidrogel 0,5 g/hari selama 14 hari
    Temuan:
    Hidrogel pati umbi garut 10% mempercepat penutupan luka dan meningkatkan pembentukan kolagen dibanding kontrol. Efek penyembuhan luka sebanding dengan povidone-iodine.
  8. Potensi prebiotik pati umbi garut terhadap pertumbuhan probiotik dan mikrobiota usus in vitro

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium animalis, dan fermentasi feses manusia (n=6)
    Dosis/Durasi:
    Substrat pati 1-3% (b/v); fermentasi anaerob 24-48 jam
    Temuan:
    Pati umbi garut meningkatkan pertumbuhan Lactobacillus dan Bifidobacterium serta produksi asam lemak rantai pendek. Pati ini berpotensi sebagai prebiotik alternatif.

Advertisement


Cari: