Kasifikasi ilmiah African Ginger (Siphonochilus aethiopicus)
Author: (Schweinf.) B.L.Burtt
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Lilianae |
| Ordo: | Zingiberales |
| Famili: | Zingiberaceae |
| Subfamili: | Zingiberoideae |
| Tribus: | Zingibereae |
| Genus: | Siphonochilus |
| Spesies: | Siphonochilus aethiopicus |
Siphonochilus aethiopicus, yang lebih dikenal sebagai jahe liar Afrika, merupakan tanaman rimpang unik yang punya bunga sangat mencolok dengan kelopak ungu cerah. Tanaman ini punya kebiasaan unik di mana bunganya muncul langsung dari tanah sebelum daunnya tumbuh, sehingga sering kali terlihat seperti tanaman yang tumbuh misterius dari dalam tanah saat musim semi tiba.
Selain penampilannya yang cantik, tanaman ini sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Afrika sebagai tanaman obat tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Di Indonesia sendiri, tanaman ini memang belum sepopuler jahe biasa, tapi bagi para kolektor tanaman hias dan herbal, rimpang ini dianggap sebagai harta karun karena keunikan bentuk serta khasiatnya yang cukup potensial.
Advertisement