Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Yerba Santa (Eriodictyon californicum): Tinjauan Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Farmakologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review/Narrative Review
    Sampel:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Yerba Santa secara tradisional digunakan untuk gangguan pernapasan, antiinflamasi, dan antimikroba. Flavonoid utama seperti eriodictyol, homoeriodictyol, dan sterubin menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan neuroprotektif.
  2. Eriodictyol: Tinjauan Aktivitas Farmakologi, Farmakokinetik, dan Toksikologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Eriodictyol, flavonoid utama Yerba Santa, menunjukkan efek antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektif, dan antikanker pada berbagai model. Bioavailabilitasnya rendah namun dimetabolisme melalui konjugasi glukuronida dan sulfat.
  3. Homoeriodictyol: Tinjauan Aktivitas Farmakologi, Farmakokinetik, dan Toksikologi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Homoeriodictyol, flavonoid dari Yerba Santa, memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektif, dan pengatur metabolisme. Senyawa ini juga dikenal sebagai antagonis reseptor rasa pahit.
  4. Homoeriodictyol merupakan inhibitor ferroptosis yang poten

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Sel neuron dan model hewan (tikus/mencit)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi; tidak dirinci dalam abstrak
    Temuan:
    Homoeriodictyol dari Eriodictyon californicum menghambat ferroptosis dengan mengaktifkan jalur Nrf2 dan meningkatkan glutation. Senyawa ini melindungi neuron dari kematian sel oksidatif.
  5. Eriodictyol meredakan cedera paru akut yang diinduksi LPS dengan menghambat NF-κB dan inflamasom NLRP3

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Mencit C57BL/6 jantan, 60 ekor
    Dosis/Durasi:
    Dosis 10, 20, dan 40 mg/kg BB selama 7 hari (sebelum induksi LPS)
    Temuan:
    Eriodictyol menurunkan edema paru, infiltrasi neutrofil, dan kadar sitokin proinflamasi pada cedera paru akut yang diinduksi LPS. Efeknya terkait penghambatan jalur NF-κB dan inflamasom NLRP3.
  6. Homoeriodictyol meredakan cedera paru akut yang diinduksi lipopolisakarida dengan menghambat NF-κB dan inflamasom NLRP3

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Mencit BALB/c, 50 ekor
    Dosis/Durasi:
    Dosis 10 dan 20 mg/kg BB selama 5 hari
    Temuan:
    Homoeriodictyol mengurangi peradangan paru dan stres oksidatif pada model cedera paru akut. Mekanismenya melibatkan penghambatan NF-κB dan NLRP3.
  7. Eriodictyol melindungi terhadap cedera iskemia/reperfusi serebral dengan mengaktifkan jalur Nrf2/HO-1

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Tikus Sprague-Dawley jantan, 72 ekor
    Dosis/Durasi:
    Dosis 10, 20, dan 40 mg/kg BB selama 3 hari
    Temuan:
    Eriodictyol mengurangi volume infark dan defisit neurologis pada model stroke tikus. Efek neuroprotektifnya dimediasi aktivasi Nrf2/HO-1 dan penurunan stres oksidatif.
  8. Eriodictyol memperbaiki disfungsi kognitif pada mencit APP/PS1 dengan menghambat ferroptosis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Mencit transgenik APP/PS1, 40 ekor
    Dosis/Durasi:
    Dosis 20 mg/kg BB selama 4 minggu
    Temuan:
    Eriodictyol meningkatkan memori dan pembelajaran pada mencit APP/PS1. Efeknya terkait penghambatan ferroptosis melalui jalur Nrf2/GPX4.

Advertisement


Cari: