Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Satureja montana L. terhadap Staphylococcus aureus Resisten Metisilin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    10 isolat Staphylococcus aureus termasuk isolat MRSA
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,01–1% v/v; inkubasi 24 jam untuk MIC dan 48 jam untuk pengujian biofilm
    Temuan:
    Minyak atsiri S. montana menghambat pertumbuhan S. aureus dengan nilai MIC 0,06–0,25% v/v; carvacrol merupakan komponen utama yang berperan. Aktivitasnya juga efektif terhadap biofilm MRSA dibandingkan antibiotik tunggal.
  2. Potensi Antioksidan dan Antiinflamasi Ekstrak Satureja montana L. pada Makrofag RAW264.7 yang Distimulasi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 µg/mL; perlakuan 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak hidroetanolik S. montana menurunkan produksi nitrit oksida dan sitokin proinflamasi TNF-α serta IL-6. Aktivitas ini berkaitan dengan kandungan asam rosmarinat dan flavonoid yang tinggi.
  3. Aktivitas Antifungi dan Anti-Biofilm Minyak Atsiri Satureja montana L. terhadap Candida albicans

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    3 strain klinis Candida albicans
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,03–2% v/v; inkubasi 24–48 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri menghambat pembentukan biofilm dan mengurangi pembentukan tabung kecambah Candida albicans. Efek fungisida terlihat pada konsentrasi di atas 0,25% v/v.
  4. Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Minyak Atsiri Satureja montana L. pada Fillet Daging Ayam yang Disimpan Dingin

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental uji makanan
    Sampel:
    240 fillet dada ayam segar dengan berat masing-masing 100 g
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5% dan 1% v/w; penyimpanan 4°C selama 12 hari
    Temuan:
    Pelapisan minyak atsiri 1% v/w menurunkan total bakteri aerob, enterobakteri, dan oksidasi lipid selama penyimpanan 12 hari pada 4°C. Mutu sensori fillet ayam masih dapat diterima hingga hari ke-8.
  5. Efek Suplementasi Minyak Atsiri Satureja montana L. terhadap Performa Pertumbuhan, Status Antioksidan, dan Mikroflora Usus Ayam Broiler

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    560 ekor ayam broiler Ross 308 yang dibagi menjadi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Dosis 0, 150, 300, dan 450 mg/kg pakan selama 42 hari
    Temuan:
    Suplementasi 300 mg/kg minyak atsiri meningkatkan bobot akhir, meningkatkan aktivitas superoksida dismutase, dan menurunkan populasi Escherichia coli di usus. Tidak ditemukan efek negatif terhadap konsumsi pakan.
  6. Satureja montana L. (Winter Savory): Tinjauan Sistematis Komposisi Kimia dan Aktivitas Farmakologi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    38 artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi pustaka)
    Temuan:
    Tinjauan menunjukkan bahwa carvacrol dan thymol merupakan senyawa penanda utama, dengan aktivitas antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, dan antispasmodik. Ekstrak dan minyak atsiri umumnya menunjukkan toksisitas rendah pada uji praklinis.
  7. Efek Protektif Ekstrak Satureja montana L. terhadap Stres Oksidatif dan Inflamasi pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    Dosis 200 dan 400 mg/kg oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak 400 mg/kg menurunkan kadar malondialdehida dan TNF-α, serta meningkatkan glutation dan katalase di hati. Ekstrak juga memperbaiki profil glukosa darah dan profil lipid.

Advertisement


Cari: