Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Komposisi Kimia dan Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Kemangi Thailand (Ocimum basilicum var. thyrsiflora)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri daun segar dari 3 lokasi budi daya di Thailand; diuji terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–5% v/v; inkubasi 24 jam pada media agar.
    Temuan:
    Minyak atsiri mengandung metilkavikol dan linalool sebagai komponen utama. Aktivitas antimikroba tertinggi ditemukan terhadap S. aureus dengan zona hambat signifikan pada konsentrasi rendah.
  2. Kandungan Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kemangi Thailand (Ocimum basilicum var. thyrsiflora)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak etanol 70% daun kemangi Thailand; analisis HPLC dan uji DPPH dengan 5 ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 5–100 μg/mL; pengukuran absorbansi dilakukan setelah 30 menit reaksi DPPH.
    Temuan:
    Ekstrak daun kemangi Thailand memiliki total fenolik tinggi dan aktivitas antioksidan yang kuat. Kadar asam rosmarinat berkorelasi positif dengan kapasitas penangkapan radikal bebas.
  3. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kemangi Thailand pada Makrofag RAW264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 dari American Type Culture Collection; perlakuan dengan ekstrak etanol 70% daun kemangi Thailand
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak 10, 50, dan 100 μg/mL selama 24 jam sebelum dan sesudah stimulasi LPS 1 μg/mL.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida dan TNF-α secara tergantung dosis. Penghambatan jalur NF-κB diduga menjadi mekanisme utama efek antiinflamasi.
  4. Studi Genomik Kemangi Thailand: Perakitan Genom Tingkat Kromosom dan Biosintesis Fenilpropena

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi genomik / sekuensing seluruh genome
    Sampel:
    Satu aksesi Ocimum basilicum var. thyrsiflora; jaringan daun dan akar untuk sekuensing DNA menggunakan platform PacBio HiFi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan karena studi non-intervensi genomik.
    Temuan:
    Genom kemangi Thailand berukuran sekitar 1,5 Gb dengan ribuan gen terprediksi. Gen kandidat yang mengode enzim O-methyltransferase berperan dalam biosintesis metilkavikol.
  5. Aktivitas Antibiofilm Minyak Atsiri Kemangi Thailand terhadap Pseudomonas aeruginosa

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri daun kemangi Thailand; 12 isolat klinis Pseudomonas aeruginosa
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,125–1% v/v; inkubasi 24 jam dalam microtiter plate.
    Temuan:
    Minyak atsiri menghambat pembentukan biofilm hingga 78% tanpa sepenuhnya membunuh bakteri. Hal ini menunjukkan potensi sebagai agen anti-virulensi.
  6. Efek Suplementasi Ekstrak Kemangi Thailand terhadap Profil Lipid Tikus Hiperlipidemia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo / uji praklinis pada hewan
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan dewasa yang dibagi menjadi 6 kelompok: kontrol normal, kontrol hiperlipidemia, tiga kelompok dosis ekstrak, dan kontrol simvastatin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari setelah induksi diet tinggi lemak.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 200 mg/kgBB menurunkan trigliserida serum secara signifikan dibandingkan kontrol. Dosis 400 mg/kgBB meningkatkan HDL dengan efek sebanding simvastatin.
  7. Analisis Metabolit dan Efek Sitotoksik Ekstrak Kemangi Thailand terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol daun kemangi Thailand; sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–200 μg/mL selama 48 jam; viabilitas sel diuji dengan metode MTT.
    Temuan:
    Ekstrak menunjukkan efek sitotoksik selektif terhadap sel MCF-7 tanpa toksisitas bermakna pada sel normal. Metabolit utama yang terdeteksi meliputi asam rosmarinat dan luteolin.

Advertisement


Cari: