Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi Asam Jawa terhadap glukosa darah, profil lipid, dan tekanan darah: meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak terkendali dengan total 890 subjek dewasa yang mengalami sindrom metabolik atau diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daging buah 1–6 g per hari dalam bentuk kapsul, diberikan selama 4–16 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Asam Jawa secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, LDL, dan tekanan darah sistolik. Kadar HDL meningkat, sedangkan trigliserida dan tekanan darah diastolik tidak berubah bermakna.
  2. Pengaruh ekstrak buah Asam Jawa terhadap kadar glukosa darah dan HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 40–65 tahun yang sudah mendapat metformin tetapi kadar glukosa belum terkontrol
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak daging buah Asam Jawa 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak buah Asam Jawa selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa secara signifikan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, penurunan HbA1c belum berbeda signifikan dibandingkan kelompok plasebo.
  3. Tinjauan sistematis aktivitas antiinflamasi dan antioksidan Asam Jawa pada penyakit metabolik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    24 studi praklinis (in vitro dan in vivo) yang memenuhi kriteria inklusi dan mengevaluasi efek antiinflamasi serta antioksidan
    Dosis/Durasi:
    Dosis pada studi hewan adalah 100–600 mg/kg berat badan per hari selama 2–8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak kulit kayu dan daun Asam Jawa menghambat sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6, serta menurunkan stres oksidatif melalui aktivasi Nrf2. Temuan ini mendukung penggunaan Asam Jawa sebagai terapi adjuvan penyakit inflamasi metabolik.
  4. Ekstrak biji Asam Jawa mencegah obesitas dan dislipidemia pada tikus yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok dan diberi diet tinggi lemak selama 10 minggu
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak biji dengan dosis 200 dan 400 mg/kg berat badan per hari, diberikan secara oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak biji Asam Jawa mengurangi kenaikan berat badan, massa lemak visceral, dan kadar kolesterol LDL. Suplementasi juga memperbaiki toleransi glukosa serta menurunkan ekspresi gen lipogenesis di hati.
  5. Asam Jawa menurunkan LDL dan meningkatkan HDL pada dewasa dengan dislipidemia ringan: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 dewasa berusia 30–60 tahun dengan dislipidemia ringan yang ditandai LDL ≥130 mg/dL dan trigliserida ≥150 mg/dL
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak daging buah Asam Jawa 1000 mg sekali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak daging buah Asam Jawa selama 12 minggu menurunkan LDL dan trigliserida serta meningkatkan HDL. Efek ini lebih besar daripada plasebo dan tidak menyebabkan gangguan fungsi hati.
  6. Penghambatan α-glukosidase dan aktivitas antioksidan ekstrak biji Asam Jawa secara in vitro

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol dan fraksi biji Asam Jawa yang diuji pada enzim α-glukosidase serta uji DPPH/ABTS dengan analisis LC-MS/MS
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 10–500 µg/mL; tidak melibatkan manusia atau hewan.
    Temuan:
    Fraksi etil asetat biji Asam Jawa menunjukkan penghambatan α-glukosidase dengan IC50 lebih rendah daripada akarbosa serta memiliki kapasitas antioksidan kuat. Senyawa yang berperan antara lain flavonoid dan proantosianidin.
  7. Efek hepatoprotektif ekstrak daun Asam Jawa pada kerusakan hati akibat parasetamol pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan; kerusakan hati diinduksi dengan parasetamol 2 g/kg, kemudian kelompok perlakuan diberikan ekstrak daun Asam Jawa
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per hari selama 7 hari sebelum induksi parasetamol.
    Temuan:
    Ekstrak daun Asam Jawa menurunkan kadar SGOT/SGPT dan malondialdehid, serta memperbaiki histologi jaringan hati. Aktivitas antioksidannya berperan dalam proteksi hepatoseluler terhadap toksisitas parasetamol.

Advertisement


Cari: