Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh suplementasi biji bunga matahari terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2: Uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2, usia 30-60 tahun, BMI 25-35 kg/m2
    Dosis/Durasi:
    30 g biji bunga matahari per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi biji bunga matahari menurunkan glukosa darah puasa, insulin, HOMA-IR, kolesterol total, dan LDL, serta meningkatkan HDL. Efek ini menunjukkan potensi biji bunga matahari dalam memperbaiki kontrol glikemik dan profil lipid.
  2. Pengaruh suplementasi biji bunga matahari terhadap penanda inflamasi dan stres oksidatif pada pasien diabetes melitus tipe 2: Uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    30 g biji bunga matahari per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi biji bunga matahari menurunkan hs-CRP, TNF-α, dan MDA, serta meningkatkan kapasitas antioksidan total. Hasil ini menunjukkan efek antiinflamasi dan antioksidan pada pasien DM tipe 2.
  3. Pengaruh suplementasi biji bunga matahari terhadap penurunan berat badan dan profil lipid pada wanita obes: Uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita obes, usia 18-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    30 g biji bunga matahari per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi biji bunga matahari menurunkan berat badan, BMI, lingkar pinggang, kolesterol total, dan LDL, serta meningkatkan HDL pada wanita obes. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Efek minyak bunga matahari terhadap profil lipid serum: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    14 uji klinis acak, total 1.014 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (dosis 20-40 g/hari, durasi 3-12 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi minyak bunga matahari menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta tidak menurunkan HDL. Efeknya konsisten pada berbagai durasi intervensi.
  5. Efek minyak bunga matahari terhadap faktor risiko kardiovaskular: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    16 uji klinis acak, 1.033 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (20-40 g/hari, durasi 4-12 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa minyak bunga matahari memperbaiki profil lipid dengan menurunkan LDL dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek ini mendukung penggunaan minyak bunga matahari sebagai bagian dari diet sehat jantung.
  6. Helianthus annuus L.: Tinjauan komprehensif fitokimia, farmakologi, dan penggunaan tradisional

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Berbagai studi in vitro, in vivo, dan klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis standar; bergantung pada ekstrak/sediaan
    Temuan:
    Bunga matahari mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan asam lemak tak jenuh yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetik, dan hipolipidemik. Bukti dari studi in vitro, in vivo, dan klinis mendukung penggunaan tradisionalnya.

Advertisement


Cari: