Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anksiolitik Scutellaria lateriflora terhadap Kecemasan Situasional pada Dewasa Sehat: Uji Acak Tersamar Ganda Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol (RCT)
    Sampel:
    64 orang dewasa sehat berusia 18–60 tahun dengan stres-kecemasan ringan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air-etanol terstandar 320 mg/hari (mengandung 12% baicalin) dalam dua kapsul selama 28 hari.
    Temuan:
    Asupan ekstrak S. lateriflora menurunkan skor State-Trait Anxiety Inventory secara bermakna dibandingkan plasebo setelah 4 minggu. Tidak ditemukan perbedaan efek samping bermakna antarkelompok.
  2. Skutelaria (Scutellaria lateriflora) Memperbaiki Kualitas Tidur pada Dewasa dengan Insomnia Ringan: Uji Silang Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT crossover
    Sampel:
    32 orang dewasa berusia 22–55 tahun dengan keluhan insomnia ringan
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak S. lateriflora setiap malam selama 2 minggu, dengan periode washout 1 minggu.
    Temuan:
    Pemberian S. lateriflora sebelum tidur memperpendek latensi tidur dan meningkatkan total waktu tidur berdasarkan diary tidur dan aktigrafi. Efek menguntungkan mulai terlihat setelah minggu kedua tanpa efek residu pada hari berikutnya.
  3. Tinjauan Sistematis Fitokimia, Farmakologi, dan Bukti Klinis Scutellaria lateriflora (Skullcap Amerika)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    37 artikel relevan yang terdiri atas studi in vitro, in vivo, dan uji klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak dilakukan perangkuman kuantitatif; dosis pada studi preklinis bervariasi 25–400 mg/kg BB, sedangkan pada uji klinis 300–500 mg/hari.
    Temuan:
    Bukti dari studi preklinis menunjukkan aktivitas anksiolitik, sedatif, dan neuroprotektif S. lateriflora yang terutama dimediasi oleh flavonoid baicalin dan wogonin. Uji klinis berkualitas tinggi masih diperlukan untuk menentukan dosis standar dan efektivitas pada populasi klinis.
  4. Meta-Analisis Efek Tanaman Herbal terhadap Ansietas: Konsistensi Bukti untuk Scutellaria lateriflora

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 uji acak terkontrol dengan total 1.024 partisipan, termasuk 2 RCT yang menggunakan S. lateriflora
    Dosis/Durasi:
    Meta-regresi tidak dapat menentukan dosis optimal; rentang dosis S. lateriflora yang digunakan adalah 300–500 mg/hari.
    Temuan:
    Efek gabungan herbal ansiolitik menunjukkan penurunan skor kecemasan ringan hingga sedang, tetapi analisis subkelompok S. lateriflora hanya didasari dua studi dengan heterogenitas besar. Diperlukan lebih banyak RCT untuk menarik kesimpulan yang definitif.
  5. Efek Antidepresan Ekstrak Terstandar Scutellaria lateriflora pada Model Stres Kronis Ringan pada Mencit

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan)
    Sampel:
    50 mencit jantan strain ICR, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% S. lateriflora diberikan per oral sekali sehari dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB selama 14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak S. lateriflora dosis 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan menurunkan waktu imobilitas pada uji gantung ekor dan uji renang paksa. Kadar kortikosteron serum dan penanda stres oksidatif juga menurun dibandingkan kelompok stres.
  6. Scutellaria lateriflora Memulihkan Defisit Memori Akibat Skopolamin melalui Sinyal BDNF pada Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan)
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley jantan berusia 8 minggu dengan berat 180–220 g yang diinduksi skopolamin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak S. lateriflora 100 mg/kg BB diberikan secara intraperitoneal sekali sehari selama 7 hari sebelum pengujian perilaku.
    Temuan:
    Pemberian S. lateriflora meningkatkan retensi memori pada uji Morris water maze dan meningkatkan ekspresi BDNF serta aktivitas antioksidan di hipokampus. Efek neuroprotektif ini sebanding dengan kelompok pembanding.
  7. Ekstrak Kaya Baicalin dari Scutellaria lateriflora Memodulasi Reseptor GABA-A pada Sel SH-SY5Y

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel neuroblastoma SH-SY5Y sebagai model in vitro neuron manusia
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak dengan konsentrasi 1, 5, 10, dan 50 µg/mL selama 30 menit.
    Temuan:
    Ekstrak S. lateriflora meningkatkan aliran ion klorida melalui reseptor GABA-A dan memberikan efek mirip modulator GABA. Aktivitas ini diduga menjadi mekanisme dasar efek ansiolitik dan sedatif S. lateriflora.
  8. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fenolik Total Skullcap Amerika (Scutellaria lateriflora) sebagai Dasar Standardisasi Ekstrak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Tiga lot ekstrak komersial S. lateriflora dengan masing-masing 5 replikasi analisis
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan; uji menggunakan serangkaian konsentrasi ekstrak 6,25–400 µg/mL untuk evaluasi antioksidan.
    Temuan:
    Kandungan baicalin, total flavonoid, dan aktivitas peredam radikal DPPH bervariasi antar lot, sehingga standardisasi sangat penting untuk konsistensi efek. Korelasi positif ditemukan antara total fenolik dan kapasitas antioksidan.

Advertisement


Cari: