Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan Keamanan Prunella vulgaris sebagai Terapi Tambahan pada Penyakit Graves: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    Melibatkan 10 uji acak terkontrol dengan total 834 pasien penyakit Graves
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak atau sediaan oral Prunella vulgaris setara 9–15 g/hari selama 8–24 minggu.
    Temuan:
    Prunella vulgaris yang diberikan bersama obat antitiroid menurunkan kadar FT3, FT4, dan antibodi reseptor TSH secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan peningkatan risiko efek samping yang bermakna.
  2. Efek Kombinasi Prunella vulgaris Oral dengan Metimazol terhadap Fungsi Tiroid pada Pasien Graves

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    120 pasien Graves; 60 menerima metimazol + Prunella vulgaris oral, 60 menerima metimazol
    Dosis/Durasi:
    Sediaan Prunella vulgaris oral 15 mL tiga kali sehari (setara 10 g herba) selama 12 minggu.
    Temuan:
    Kombinasi menurunkan kadar TRAb, TMAb, dan skor gejala klinis lebih besar daripada metimazol saja. Pemakaian selama 12 minggu tampak aman dengan kepatuhan baik.
  3. Mekanisme Antiinflamasi Ekstrak Prunella vulgaris pada Makrofag RAW264.7 melalui Penghambatan NF-κB dan MAPK

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 (makrofag mencit) yang diinduksi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 50–200 μg/mL diberikan bersamaan dengan LPS 1 μg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Prunella vulgaris menekan produksi TNF-α, IL-6, dan oksida nitrat serta menurunkan fosforilasi NF-κB p65, ERK, dan JNK. Efek ini terjadi tanpa sitotoksisitas pada konsentrasi uji.
  4. Ekstrak Prunella vulgaris Memperbaiki Kolitis Ulseratif pada Mencit yang Diinduksi Dextran Sulfate Sodium melalui Modulasi Mikrobiota Usus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    48 mencit C57BL/6; kolitis diinduksi dengan DSS 3% selama 7 hari
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air liofilisasi 100 dan 200 mg/kg/hari secara oral selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian Prunella vulgaris menurunkan indeks aktivitas penyakit, meredakan inflamasi mukosa usus, dan memperbaiki integritas sawar epitel. Analisis mikrobiota menunjukkan pemulihan proporsi bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.
  5. Aktivitas Antikanker Prunella vulgaris pada Sel Kanker Payudara Triple-Negatif melalui Jalur PI3K/AKT dan Apoptosis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel MDA-MB-231 dan MCF-7 (lini sel kanker payudara)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air 25–400 μg/mL, diinkubasi 24–72 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menghambat proliferasi, migrasi, dan pembentukan koloni sel, serta menginduksi apoptosis terkait dengan penurunan fosforilasi PI3K/AKT dan peningkatan rasio Bax/Bcl-2. Efek ini juga mengurangi ekspresi protein matrix metalloproteinase (MMP).
  6. Penyembuhan Luka Diabetes pada Mencit Dipercepat oleh Salep Ekstrak Prunella vulgaris

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 mencit db/db (model diabetes tipe 2) dengan luka eksisi di punggung
    Dosis/Durasi:
    Salep 5% dan 10% (b/b) dioleskan sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Salep Prunella vulgaris mempercepat penutupan luka, meningkatkan re-epitelialisasi, dan menstimulasi pembentukan kolagen. Ekspresi faktor pertumbuhan VEGF dan TGF-β1 meningkat pada jaringan luka.

Advertisement


Cari: