Kasifikasi ilmiah Waru (Hibiscus tiliaceus)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malvales |
| Famili: | Malvaceae |
| Subfamili: | Malvoideae |
| Tribus: | Hibisceae |
| Genus: | Hibiscus |
| Spesies: | Hibiscus tiliaceus |
Hibiscus tiliaceus atau yang lebih dikenal dengan nama waru laut adalah pohon peneduh yang sangat tangguh. Tanaman ini sering ditemukan tumbuh liar di sepanjang pesisir pantai karena kemampuannya yang luar biasa dalam beradaptasi dengan lingkungan asin dan tanah berpasir. Daunnya yang berbentuk seperti jantung dan bunganya yang cantik, yang berubah warna dari kuning cerah saat mekar hingga kemerahan saat layu, membuat pohon ini tidak hanya berguna sebagai pemecah angin alami, tetapi juga sedap dipandang mata.
Selain fungsinya sebagai pelindung pantai dari abrasi, kayu dari pohon waru laut ini juga memiliki nilai guna yang cukup tinggi bagi masyarakat lokal, terutama untuk pembuatan kerajinan tangan atau peralatan rumah tangga sederhana. Daunnya pun sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional sebagai kompres. Dengan perawatannya yang mudah, tanaman ini menjadi pilihan populer bagi siapa saja yang ingin menanam pohon yang kokoh dan memberikan nuansa teduh yang menenangkan di area terbuka.
Advertisement