Kasifikasi ilmiah Rooibos (Aspalathus linearis)
Author: (Burm.f.) R.Dahlgren
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Subfamili: | Faboideae |
| Tribus: | Crotalarieae |
| Genus: | Aspalathus |
| Spesies: | Aspalathus linearis |
Aspalathus linearis, atau yang lebih kita kenal sebagai teh rooibos, adalah tanaman semak asli dari Afrika Selatan yang punya karakter unik karena daunnya yang berbentuk seperti jarum. Tanaman ini tumbuh subur di wilayah pegunungan Cederberg dan menjadi primadona karena bisa diolah menjadi minuman herbal berwarna kemerahan yang bebas kafein serta kaya akan antioksidan, jadi aman banget buat dinikmati kapan saja, bahkan sebelum tidur.
Selain rasa alaminya yang agak manis dan bersahaja, rooibos juga dikenal punya banyak manfaat kesehatan, mulai dari menjaga kesehatan jantung sampai membantu menenangkan kulit yang iritasi. Karena kepopulerannya yang mendunia, banyak orang kini beralih ke teh ini sebagai alternatif sehat dari teh hitam atau hijau biasa. Proses pengolahannya yang unik, di mana daunnya difermentasi sehingga warnanya berubah menjadi cokelat kemerahan, adalah kunci dari aroma dan rasa khas yang bikin banyak orang ketagihan.
Advertisement