Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek isoflavon semanggi merah (Trifolium pratense) terhadap gejala menopause pada wanita pascamenopause: meta-analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    18 studi RCT, total 1.937 wanita pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    40–80 mg isoflavon per hari selama 12–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi isoflavon semanggi merah secara signifikan menurunkan frekuensi dan keparahan hot flash dibandingkan plasebo. Efek lebih nyata pada wanita dengan gejala vasomotor sedang hingga berat.
  2. Pengaruh ekstrak semanggi merah terhadap kualitas hidup dan gejala vasomotor pada wanita pascamenopause

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 wanita pascamenopause berusia 48–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    80 mg isoflavon per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Skor hot flash dan kualitas hidup (MENQOL) membaik secara signifikan setelah 12 minggu intervensi dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius.
  3. Tinjauan sistematis efek semanggi merah terhadap profil lipid pada wanita pascamenopause

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (9 RCT dan 6 studi kohort), total 1.502 partisipan
    Dosis/Durasi:
    50–120 mg isoflavon per hari selama 8–48 minggu
    Temuan:
    Isoflavon semanggi merah menurunkan kolesterol total dan LDL, namun tidak menunjukkan efek signifikan terhadap HDL dan trigliserida. Temuan ini mendukung manfaat kardiovaskular, tetapi studi jangka panjang masih diperlukan.
  4. Pengaruh isoflavon semanggi merah terhadap kepadatan mineral tulang wanita pascamenopause

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    96 wanita pascamenopause dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    60 mg isoflavon per hari selama 24 bulan
    Temuan:
    Suplementasi isoflavon semanggi merah selama 24 bulan mempertahankan kepadatan mineral tulang lumbal dan menurunkan penanda resorpsi tulang dibandingkan plasebo. Efeknya setara dengan terapi pengganti hormon dosis rendah namun tanpa efek samping hormonal.
  5. Pengaruh suplementasi semanggi merah terhadap penanda inflamasi pada wanita pascamenopause: meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    13 studi RCT, total 1.100 wanita pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    40–100 mg isoflavon per hari selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan signifikan hs-CRP dan IL-6 setelah suplementasi isoflavon semanggi merah, tetapi tidak pada TNF-α. Heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga hasil perlu interpretasi hati-hati.
  6. Efektivitas semanggi merah terhadap fungsi seksual dan kepuasan hidup wanita menopause

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita menopause berusia 45–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    40 mg isoflavon per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Perbaikan skor Female Sexual Function Index dan kualitas hidup secara signifikan terjadi setelah intervensi dibandingkan plasebo. Efek positif ini berkaitan dengan perbaikan gejala menopause dan kesejahteraan psikologis.
  7. Pengaruh isoflavon semanggi merah terhadap tekanan darah dan fungsi endotel pada wanita pascamenopause hipertensi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 wanita pascamenopause dengan hipertensi ringan
    Dosis/Durasi:
    80 mg isoflavon per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Tekanan darah sistolik dan diastolik menurun signifikan dibandingkan plasebo, disertai perbaikan flow-mediated dilation. Suplementasi berpotensi sebagai adjuvan non-farmakologis untuk kesehatan vaskular.

Advertisement


Cari: