Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 artikel penelitian primer (in vitro dan in vivo) dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi review)
    Temuan:
    Sirih merah (Piper crocatum) memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antidiabetik, antiinflamasi, dan antikanker. Senyawa utama seperti hidroksikavikol, eugenol, dan flavonoid berperan dalam berbagai aktivitas farmakologis tersebut.
  2. Efektivitas Obat Kumur Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) terhadap Plak Gigi dan Gingivitis: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang dewasa dengan indeks plak sedang yang dibagi menjadi 3 kelompok: obat kumur sirih merah 0,5%, klorheksidin 0,2%, dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Berkumur 10 mL selama 30 detik, 2 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Penggunaan obat kumur sirih merah 0,5% selama 7 hari menurunkan indeks plak dan indeks gingiva secara signifikan. Efeknya sebanding dengan klorheksidin 0,2% dan lebih baik daripada plasebo.
  3. Efek Ekstrak Daun Sirih Merah terhadap Kadar Glukosa Darah dan Perbaikan Histologi Pankreas pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Pra-Klinis In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin-nikotinamid, dibagi menjadi 5 kelompok (normal, kontrol diabetes, dan 3 kelompok dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak sirih merah menurunkan glukosa darah puasa dan meningkatkan jumlah serta perbaikan sel beta pankreas. Dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek paling mendekati glibenklamid.
  4. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah terhadap Streptococcus mutans

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Isolat Streptococcus mutans ATCC 25175; ekstrak etanol dengan enam tingkat konsentrasi (3,125–100 mg/mL)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50; dan 100 mg/mL, inkubasi 24 jam pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak sirih merah menghambat pertumbuhan S. mutans secara dose-dependent dengan KHM 6,25 mg/mL. Kandungan fenolik dan flavonoid diduga menjadi senyawa aktif utama.
  5. Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Ekstrak Daun Sirih Merah pada Makrofag RAW 264.7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS); ekstrak etanol dengan konsentrasi 10–80 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 20, 40, dan 80 µg/mL, inkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak mengurangi produksi nitrit oksida dan sitokin TNF-α secara signifikan pada sel yang terstimulasi LPS. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar efek antiinflamasinya.
  6. Efek Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Daun Sirih Merah pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7; ekstrak etanol daun sirih merah dengan konsentrasi 0, 25, 50, 100, dan 200 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak menghambat proliferasi sel MCF-7 secara dose-dependent dan menginduksi apoptosis. Nilai IC50 yang diperoleh adalah 78 µg/mL.

Advertisement


Cari: