Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Nefroprotektif Boerhavia diffusa pada Model Tikus yang Diinduksi Gentamisin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol normal, kontrol gentamisin, dan tiga kelompok terapi ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak hidroalkohol 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per hari selama 14 hari; gentamisin 80 mg/kg diberikan secara intraperitoneal selama 8 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Boerhavia diffusa dosis 200 dan 400 mg/kg menurunkan kadar kreatinin dan urea serum serta mengurangi kerusakan tubular ginjal. Efek nefroprotektifnya diduga terkait aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
  2. Tinjauan Sistematis Potensi Boerhavia diffusa pada Penyakit Ginjal Kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    7 studi eksperimental dan 2 studi klinis yang diidentifikasi melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar.
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 200–500 mg/kg berat badan per hari pada studi hewan selama 14–28 hari.
    Temuan:
    Bukti awal menunjukkan Boerhavia diffusa dapat menurunkan penanda kerusakan ginjal dan memperbaiki fungsi filtrasi glomerulus. Namun, kualitas studi yang tersedia masih bervariasi sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut.
  3. Aktivitas Antiinflamasi Fraksi Kloroform Boerhavia diffusa pada Edema Kaki Tikus yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    24 tikus Swiss albino jantan, menggunakan metode carrageenan-induced paw edema.
    Dosis/Durasi:
    Fraksi kloroform 200 mg/kg berat badan diberikan intraperitoneal, dosis tunggal; pengamatan dilakukan 1–6 jam setelah induksi karagenan.
    Temuan:
    Fraksi kloroform dosis 200 mg/kg menghambat edema sebesar 68% pada jam ke-4 dan menurunkan kadar TNF-α secara signifikan. Efek antiinflamasinya sebanding dengan deksametason tanpa menimbulkan lesi lambung.
  4. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Daun Boerhavia diffusa terhadap Kerusakan Hati Akibat Parasetamol pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi kelompok normal, kontrol parasetamol, dan tiga kelompok dosis ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 300, dan 500 mg/kg berat badan per oral selama 7 hari; parasetamol 3 g/kg diberikan tunggal pada hari terakhir.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun Boerhavia diffusa 300 dan 500 mg/kg menurunkan kadar ALT dan AST serta menjaga morfologi hepatosit. Aktivitas antioksidan melalui peningkatan SOD dan GSH berperan dalam perlindungan hati.
  5. Pengaruh Ekstrak Boerhavia diffusa terhadap Nefropati Diabetes pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin-Nikotinamid

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley dibagi menjadi kontrol normal, kontrol diabetes, kelompok glibenklamid, dan dua kelompok terapi ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak hidroalkohol 200 dan 400 mg/kg berat badan per oral sehari sekali selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak Boerhavia diffusa dosis 400 mg/kg menurunkan ekskresi albumin urin, kreatinin serum, serta ekspresi TGF-β1 jaringan ginjal. Efek ini mengindikasikan potensi penghambatan fibrosis ginjal pada nefropati diabetik.
  6. Sitotoksisitas dan Induksi Apoptosis oleh Ekstrak Daun Boerhavia diffusa pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A dengan berbagai konsentrasi ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak 6,25–100 µg/mL selama 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak daun Boerhavia diffusa dengan konsentrasi 25–100 µg/mL menghambat proliferasi sel MCF-7 melalui penahanan siklus sel pada fase G0/G1 dan peningkatan rasio Bax/Bcl-2. Tidak terlihat efek sitotoksik bermakna pada sel normal MCF-10A.
  7. Penambatan Molekuler Senyawa Bioaktif Boerhavia diffusa sebagai Inhibitor Protease SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in silico
    Sampel:
    Senyawa punarnavine dan boeravinone A–E, protein target Mpro SARS-CoV-2 (PDB ID: 6LU7).
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; simulasi molecular docking dan analisis ADMET.
    Temuan:
    Boeravinone B dan E menunjukkan afinitas pengikatan yang baik terhadap protease utama SARS-CoV-2 dengan energi bebas lebih rendah dibanding kontrol. Prediksi ADMET menunjukkan senyawa-senyawa tersebut memiliki profil toksisitas yang rendah.

Advertisement


Cari: