Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl: Telaah Sistematis Fitokimia, Aktivitas Farmakologi, dan Potensi Terapi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    62 artikel penelitian asli yang memenuhi kriteria inklusi dari PubMed, Scopus, dan ScienceDirect
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi kepustakaan)
    Temuan:
    Bukti dari berbagai studi menunjukkan aktivitas antidiabetes, antiinflamasi, dan antioksidan yang konsisten. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas sehingga diperlukan penelitian lanjutan.
  2. Efektivitas Teh Daun Pecut Kuda terhadap Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30)
    Dosis/Durasi:
    3 g serbuk daun kering diseduh dengan 200 mL air panas dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh daun pecut kuda selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara bermakna dibandingkan kontrol. Tidak ditemukan efek samping yang serius selama penelitian.
  3. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda pada Tikus Wistar yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan berumur 8-10 minggu, dibagi menjadi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan peroral sekali dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kg BB; pengamatan volume edema dilakukan selama 5 jam
    Temuan:
    Ekstrak dosis 300 mg/kg BB dapat menekan edema kaki sebanyak 47% pada jam ketiga setelah induksi karagenan. Efek antiinflamasi ini setara dengan diklofenak 10 mg/kg.
  4. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pecut Kuda terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Bakteri uji klinis Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis; pengujian menggunakan metode difusi sumuran
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diuji pada konsentrasi 10, 25, 50, 75, dan 100 mg/mL; inkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun pecut kuda menghasilkan zona hambat 12-18 mm pada konsentrasi 100 mg/mL. Kadar hambat minimum terhadap Cutibacterium acnes adalah 62,5 mg/mL.
  5. Studi In Silico Senyawa Bioaktif Daun Pecut Kuda sebagai Inhibitor α-Glukosidase

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Komputasi (Molecular Docking)
    Sampel:
    20 senyawa metabolit sekunder Stachytarpheta jamaicensis dan enzim α-glukosidase (PDB ID: 2ZE0)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; simulasi ikatan ligan-reseptor dilakukan pada konsentrasi 100 µM
    Temuan:
    Senyawa luteolin dan verbaskosida berpotensi sebagai inhibitor α-glukosidase karena afinitas ikatannya lebih negatif dibandingkan akarbose. Ikatan hidrogen yang stabil dengan residu katalitik menjadi dasar efek antidiabetes.
  6. Uji Toksisitas Oral Akut Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda pada Tikus Sprague-Dawley

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Toksisitas Akut (OECD 425)
    Sampel:
    12 ekor tikus Sprague-Dawley betina, dibagi dalam dua tahap pengujian
    Dosis/Durasi:
    Dosis 2000 dan 5000 mg/kg BB diberikan peroral sekali, lalu diobservasi selama 14 hari
    Temuan:
    LD50 ekstrak etanol daun pecut kuda dinyatakan lebih dari 5000 mg/kg BB sehingga termasuk kategori praktis tidak toksik. Pengamatan histopatologi menunjukkan perubahan minor pada hati tanpa gejala klinis yang signifikan.
  7. Efektivitas Ekstrak Stachytarpheta jamaicensis terhadap Penyembuhan Luka: Telaah Sistematik dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi praklinis pada tikus dengan total 120 subjek
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 5-10% salep ekstrak; durasi 7-21 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan ekstrak Stachytarpheta jamaicensis mempercepat waktu penutupan luka secara signifikan dibandingkan kontrol (SMD 1,23; 95% CI 0,71-1,75). Efek paling optimum ditemukan pada sediaan salep ekstrak 10%.

Advertisement


Cari: