Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) terhadap Peningkatan Jumlah Trombosit pada Demam Berdarah Dengue: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi uji klinis acak terkontrol dengan total 642 pasien demam berdarah dengue
    Dosis/Durasi:
    Jus daun pepaya 25–50 mL dua kali sehari selama 3–5 hari, bervariasi antar studi
    Temuan:
    Ekstrak daun pepaya secara signifikan meningkatkan jumlah trombosit lebih cepat dibandingkan terapi standar. Tidak ditemukan efek samping serius pada kelompok intervensi.
  2. Pengaruh Jus Daun Pepaya terhadap Pemulihan Trombosit pada Pasien Demam Berdarah Dengue: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    80 pasien dewasa dengan demam berdarah dengue dan trombositopenia
    Dosis/Durasi:
    50 mL jus daun pepaya segar dua kali sehari selama 3 hari
    Temuan:
    Pemberian jus daun pepaya mempercepat kenaikan trombosit dan memperpendek lama rawat inap dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan signifikan pada efek samping antar kelompok.
  3. Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Daun Carica papaya: Tinjauan Sistematis terhadap Studi In Vitro dan In Vivo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 artikel penelitian yang meliputi studi seluler dan hewan coba
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan untuk tinjauan sistematis; rentang dosis pada studi in vitro 10–200 µg/mL
    Temuan:
    Ekstrak daun pepaya menunjukkan efek imunomodulator melalui modulasi sitokin proinflamasi dan antiinflamasi. Senyawa bioaktif utama yang terlibat adalah karpain, flavonoid, dan alkaloid.
  4. Karpain dari Daun Carica papaya Menghambat Protease NS2B-NS3 Virus Dengue Serotipe 2: Studi In Silico dan In Vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Uji enzimatik protease NS2B-NS3 dan simulasi molecular docking
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 5–100 µM selama 30 menit inkubasi
    Temuan:
    Karpain berikatan dengan sisi aktif protease NS2B-NS3 dan menunjukkan penghambatan aktivitas enzim secara in vitro. Senyawa ini berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antivirus dengue.
  5. Gel Lateks Carica papaya untuk Percepatan Penyembuhan Ulkus Diabetik: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien dengan ulkus diabetik derajat ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    Gel lateks papaya 10% dioleskan dua kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Gel lateks papaya mempercepat pembentukan jaringan granulasi dan mengecilkan luas luka lebih cepat dibandingkan perawatan standar. Efek ini diduga terkait aktivitas papain yang mendebridemen jaringan nekrotik.
  6. Potensi Antidiabetik Ekstrak Biji Carica papaya pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak biji pepaya 200 dan 400 mg/kg berat badan per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak biji pepaya menurunkan kadar glukosa darah puasa dan memperbaiki profil lipid secara signifikan. Efek antidiabetiknya sebanding dengan glibenklamid dosis standar.
  7. Aktivitas Antelmintik Ekstrak Biji Carica papaya pada Hewan Ternak: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi eksperimental pada ternak dengan infeksi cacing saluran pencernaan
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan untuk meta-analisis; dosis pada studi primer antara 10–300 mg/kg berat badan
    Temuan:
    Ekstrak biji pepaya menunjukkan efektivitas signifikan dalam menurunkan jumlah telur cacing pada feses ternak. Potensi ini terutama berasal dari senyawa benzil isotiosianat.

Advertisement


Cari: