Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Minyak Oregano terhadap Performa Pertumbuhan dan Mikrobiota Usus Broiler: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi acak terkontrol dengan total 1.842 ekor broiler
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100–600 mg/kg pakan selama 21–42 hari
    Temuan:
    Suplementasi minyak oregano secara signifikan meningkatkan bobot badan akhir dan efisiensi pakan pada broiler. Suplementasi juga meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus serta menurunkan jumlah Escherichia coli.
  2. Efek Origanum vulgare terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 437 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Kapsul oregano 140–1500 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi oregano secara signifikan menurunkan trigliserida dan tekanan darah sistolik, tetapi tidak memengaruhi kolesterol total atau glukosa puasa. Efek ini lebih terlihat pada dosis harian ≥500 mg.
  3. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Origanum vulgare terhadap Bakteri Patogen Multidrug-Resistant: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 studi in vitro dengan isolat klinis dari 8 negara
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar 0,03–0,5% v/v
    Temuan:
    Minyak oregano menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa yang resistan. Efek ini terutama terkait dengan aksi sinergis karvakrol dan timol.
  4. Peran Origanum vulgare dalam Mengurangi Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar: Uji Klinis Double-Blind

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien irritable bowel syndrome (IBS); 40 kelompok oregano, 40 kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    Kapsul enterik 180 mg minyak oregano tiga kali sehari selama 6 minggu
    Temuan:
    Suplementasi oregano secara bermakna mengurangi skor keparahan nyeri perut dan kembung. Kualitas hidup terkait IBS juga meningkat dibandingkan plasebo setelah 6 minggu.
  5. Minyak Oregano Memodulasi Mikrobiota Usus dan Mengurangi Peradangan pada Kolitis yang Diinduksi pada Mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Praklinis
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 yang diinduksi DSS (dextran sulfate sodium), 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg berat badan per oral setiap hari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian minyak oregano menurunkan indeks aktivitas kolitis dan menekan sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6. Mikrobiota usus menunjukkan peningkatan proporsi bakteri antiinflamasi seperti Akkermansia.
  6. Efek Antioksidan dan Antiinflamasi Ekstrak Origanum vulgare pada Kultur Sel Mononuklear Darah Tepi Manusia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Sampel darah dari 10 donor sehat; PBMC diuji dengan stimulasi LPS
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–50 µg/mL, inkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak oregano menurunkan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) dan TNF-α pada PBMC yang terstimulasi LPS. Kandungan karvakrol dan asam rosmarinat berperan penting dalam efek protektif tersebut.
  7. Pengaruh Minyak Oregano terhadap Performa Bertelur, Kualitas Telur, dan Status Antioksidan pada Ayam Petelur

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT pada Hewan
    Sampel:
    200 ayam petelur Lohmann Brown, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 0, 100, 300, dan 600 mg/kg pakan selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan minyak oregano meningkatkan produksi telur dan memperbaiki kualitas kuning telur. Kadar malondialdehid dalam plasma menurun, menunjukkan peningkatan status antioksidan.

Advertisement


Cari: