Kasifikasi ilmiah Rumput Teki (Cyperus rotundus)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Liliidae |
| Ordo: | Poales |
| Famili: | Cyperaceae |
| Subfamili: | Cyperoideae |
| Tribus: | Cypereae |
| Genus: | Cyperus |
| Spesies: | Cyperus rotundus |
Cyperus rotundus, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan rumput teki, adalah tumbuhan gulma yang bisa dibilang paling tangguh di muka bumi. Tanaman ini punya sistem akar yang sangat unik, yaitu berupa gerombolan umbi yang saling terhubung di bawah tanah, bikin dia susah banget dibasmi meski sudah dicabut berkali-kali. Nggak heran kalau para petani sering pusing tujuh keliling kalau tanaman ini sudah menyerang lahan pertanian mereka.
Meskipun sering dianggap sebagai pengganggu, tanaman ini sebenarnya punya sejarah panjang dalam dunia pengobatan tradisional. Bagian umbinya sering dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk meredakan demam, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan kulit. Jadi, meski bentuknya cuma rumput liar yang bandel, si teki ini punya sisi manfaat yang cukup mengejutkan di balik reputasinya sebagai gulma nomor wahid.
Advertisement