Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis: Fitokimia, Penggunaan Tradisional, dan Aktivitas Farmakologis Tanaman Mullein (Verbascum thapsus L.)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    87 artikel terindeks Scopus/PubMed yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan; tinjauan tidak melakukan intervensi terapi.
    Temuan:
    Mullein mengandung iridoid glikosida, flavonoid, dan saponin yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tinjauan ini menegaskan potensi terapeutik mullein untuk gangguan pernapasan dan luka, tetapi menekankan perlunya uji klinis berkualitas tinggi.
  2. Efektivitas Ekstrak Mullein terhadap Keparahan Batuk dan Kualitas Hidup pada Pasien Bronkitis Akut: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien bronkitis akut (60 intervensi, 60 plasebo), usia 18–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering mullein (standar 0,1% aucubin) tiga kali sehari selama 7 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak mullein secara signifikan menurunkan skor keparahan batuk dibanding plasebo setelah 3 hari. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Ekstrak Etanol Verbascum thapsus Meningkatkan Laju Penutupan Luka Eksisi pada Tikus Putih

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan; luka eksisi berukuran 2 cm
    Dosis/Durasi:
    Pemberian topikal salep 5% dan 10% sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Salep ekstrak 10% mempercepat epitelisasi dan kontraksi luka secara signifikan dibanding kontrol. Histologi menunjukkan peningkatan jumlah fibroblas dan kolagen.
  4. Ekstrak Metanol Mullein Menekan Ekspresi TNF-α dan IL-6 pada Makrofag RAW 264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel RAW 264.7; konsentrasi ekstrak 5–160 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Inkubasi sel dengan 5–160 µg/mL ekstrak selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menghambat produksi nitrit oksida dan menurunkan sitokin proinflamasi secara tergantung dosis. Efek antiinflamasi berkaitan dengan penghambatan jalur NF-κB.
  5. Sintesis Hijau Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Daun Verbascum thapsus serta Aktivitas Antibakteri dan Antioksidannya

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak daun mullein; uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli; uji DPPH
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi AgNP 10–100 µg/mL; inkubasi 24 jam untuk uji antimikroba.
    Temuan:
    Nanopartikel perak hasil sintesis hijau menunjukkan zona hambat yang kuat terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Aktivitas antioksidan ditunjukkan dengan nilai IC50 yang rendah.
  6. Profil Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanolik Verbascum thapsus terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Enam isolat bakteri: Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Moraxella catarrhalis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 5–40 mg/mL; metode well-diffusion dan dilusi mikrobroth.
    Temuan:
    Ekstrak etanolik menunjukkan aktivitas antimikroba dengan zona hambat 10–22 mm. Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri paling sensitif terhadap ekstrak.
  7. Efek Protektif Ekstrak Verbascum thapsus terhadap Kolitis Ulseratif yang Diinduksi Asam Asetat pada Mencit

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    28 ekor mencit BALB/c, dibagi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kg per oral sekali sehari selama 7 hari.
    Temuan:
    Ekstrak mullein mengurangi indeks aktivitas penyakit dan menurunkan skor inflamasi histologis. Aktivitas protektif terkait penurunan stres oksidatif (malondialdehid) dan peningkatan superoksida dismutase.

Advertisement


Cari: