Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Artemisia argyi meredakan kolitis ulseratif yang diinduksi DSS pada mencit melalui penghambatan peradangan dan perbaikan mikrobiota usus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    32 mencit C57BL/6 jantan, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, DSS, DSS + dosis rendah, DSS + dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    100 dan 300 mg/kg berat badan/hari secara oral selama 7 hari setelah induksi DSS
    Temuan:
    Ekstrak Artemisia argyi menurunkan skor aktivitas penyakit dan menekan kadar TNF-α serta IL-6 di kolon. Ekstrak juga memperbaiki kerusakan histologis mukosa usus serta meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus.
  2. Efek antiinflamasi Artemisia argyi pada sel RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida melalui jalur NF-κB dan MAPK

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 (kultur sel) dengan berbagai konsentrasi ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–200 μg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Artemisia argyi menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6. Penghambatan aktivasi NF-κB dan MAPK merupakan mekanisme utama efek antiinflamasi.
  3. Artemisia argyi melemahkan inflamasi saluran napas alergi pada model asma mencit yang diinduksi ovalbumin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 mencit BALB/c betina, dibagi menjadi 5 kelompok (normal, kontrol asma, tiga kelompok dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    50, 100, dan 200 mg/kg berat badan/hari secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Artemisia argyi menurunkan jumlah eosinofil dan kadar IgE total serum. Ekstrak juga mengurangi infiltrasi sel inflamasi di jaringan paru serta menekan sitokin tipe Th2.
  4. Tinjauan sistematis aktivitas farmakologis Artemisia argyi: antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    85 artikel penelitian (in vitro, in vivo, dan studi klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan untuk tinjauan sistematis
    Temuan:
    Artemisia argyi memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antikanker, antimikroba, dan imunomodulator. Senyawa aktif utama seperti eupatilin, jaceosidin, dan polisakarida berperan dalam berbagai jalur sinyal terkait peradangan dan apoptosis.
  5. Aktivitas hepatoprotektif polisakarida Artemisia argyi pada cedera hati akut yang diinduksi karbon tetraklorida pada mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 mencit Swiss albino jantan, dibagi menjadi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    50, 100, dan 200 mg/kg berat badan/hari intraperitoneal selama 7 hari
    Temuan:
    Polisakarida Artemisia argyi menurunkan kadar ALT dan AST serta mengurangi nekrosis hepatosit. Efek hepatoprotektif diduga melalui peningkatan enzim antioksidan SOD dan GSH serta regulasi jalur Nrf2/HO-1.
  6. Efek antikanker minyak atsiri Artemisia argyi pada sel karsinoma hepatoseluler HepG2 melalui apoptosis jalur mitokondria

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel HepG2 dan sel normal LO2 sebagai pembanding
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 50–200 μg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri Artemisia argyi menghambat proliferasi sel HepG2 dan menginduksi apoptosis dengan meningkatkan ekspresi Bax serta menurunkan Bcl-2. Efek ini terjadi melalui stres oksidatif dan gangguan potensial membran mitokondria.
  7. Mekanisme farmakologi jaringan Artemisia argyi pada rinitis alergi: pendekatan network pharmacology dan validasi eksperimental

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Network pharmacology dan validasi eksperimental
    Sampel:
    Jaringan target dari basis data publik serta 20 mencit model rinitis alergi
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg berat badan/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Analisis jaringan menunjukkan Artemisia argyi menargetkan jalur sinyal inflamasi seperti JAK-STAT dan NF-κB. Validasi pada mencit menunjukkan ekstrak menurunkan gejala bersin dan kadar IgE serta sitokin inflamasi di mukosa hidung.
  8. Moksibusi untuk kolitis ulseratif: meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji acak terkendali dengan total 712 pasien kolitis ulseratif
    Dosis/Durasi:
    20–30 menit per sesi, 3–5 kali per minggu selama 4–8 minggu
    Temuan:
    Moksibusi yang menggunakan moxa dari Artemisia argyi secara signifikan meningkatkan remisi klinis dan menurunkan skor aktivitas penyakit. Meta-analisis ini juga menunjukkan profil keamanan yang baik dengan efek samping ringan dan sementara.

Advertisement


Cari: