Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Kardioprotektif Ekstrak Hidroalkoholik Leonurus cardiaca terhadap Infark Miokard yang Diinduksi Isoproterenol pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental in Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak hidroalkoholik 100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Leonurus cardiaca secara signifikan mengurangi luas area kerusakan miokard dan menurunkan penanda cedera jantung CK-MB dan troponin. Efek ini diduga terkait dengan peningkatan aktivitas antioksidan endogen.
  2. Efek Ansiolitik dan Antidepresan Ekstrak Leonurus cardiaca pada Tikus yang Mengalami Stres Kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in Vivo
    Sampel:
    36 tikus Swiss Webster jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 50, 100, dan 200 mg/kg BB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak Leonurus cardiaca menurunkan perilaku seperti kecemasan pada Elevated Plus Maze dan mengurangi kadar kortikosteron serum. Efek ini menunjukkan potensi herbal ini sebagai agen penenang alami.
  3. Uji Klinis Acak Double-Blind: Efek Motherwort terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Esensial

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    60 pasien hipertensi esensial stadium 1 berusia 30–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    240 mg ekstrak kering per hari, diberikan 2 kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi motherwort selama 8 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama penelitian.
  4. Aktivitas Sitotoksik dan Antioksidan Ekstrak Leonurus cardiaca terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in Vitro
    Sampel:
    Garis sel MCF-7 dan sel fibroblas normal NIH/3T3
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak dengan IC50 sekitar 120 µg/mL; inkubasi selama 24, 48, dan 72 jam
    Temuan:
    Ekstrak Leonurus cardiaca menghambat proliferasi sel MCF-7 secara tergantung dosis dan meningkatkan apoptosis melalui peningkatan produksi spesies oksigen reaktif. Sel normal menunjukkan toksisitas yang lebih rendah.
  5. Perbaikan Disfungsi Endotel oleh Ekstrak Leonurus cardiaca pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental in Vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Leonurus cardiaca memperbaiki relaksasi aorta yang bergantung pada endotel pada tikus diabetes. Kadar malondialdehid menurun, sedangkan aktivitas superoksida dismutase dan glutation meningkat.
  6. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis: Efek Tanaman Lamiaceae termasuk Leonurus cardiaca terhadap Aritmia Kardiovaskular

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    18 studi terkontrol acak dengan total 1.240 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 90–250 mg ekstrak per hari; durasi 2–12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi ekstrak Leonurus cardiaca secara signifikan mengurangi kejadian ekstrasistol ventrikel dan memperbaiki variabilitas denyut jantung. Heterogenitas antar studi tergolong rendah hingga sedang.
  7. Efek Leonurus cardiaca terhadap Palpitasi dan Kecemasan pada Pasien Gangguan Kecemasan Umum

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    80 pasien gangguan kecemasan umum ringan hingga sedang berusia 18–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering per hari, diberikan 3 kali sehari selama 6 minggu
    Temuan:
    Setelah 6 minggu, motherwort secara signifikan menurunkan skor Hamilton Anxiety Rating Scale dan frekuensi palpitasi dibandingkan plasebo. Efek ini menunjukkan manfaat ganda pada pasien dengan kecemasan dan keluhan jantung fungsional.
  8. Penilaian Toksisitas Subkronis dan Keamanan Ekstrak Hidroalkoholik Leonurus cardiaca pada Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Toksikologi
    Sampel:
    70 tikus Wistar (35 jantan dan 35 betina)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 250, 500, dan 1.000 mg/kg BB per oral selama 90 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak hingga dosis 1.000 mg/kg BB per hari selama 90 hari tidak menyebabkan perubahan signifikan pada hematologi, fungsi hati, fungsi ginjal, atau histopatologi organ. Dosis tanpa efek samping yang diamati ditetapkan pada 1.000 mg/kg BB.

Advertisement


Cari: