Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes, dan Antiinflamasi Ekstrak Ceiba pentandra (L.) Gaertn.

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    27 artikel penelitian (2015–2023) yang memenuhi kriteria inklusi; sebagian besar merupakan studi preklinis dan in vitro.
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan/telaah literatur.
    Temuan:
    Ceiba pentandra kaya akan senyawa polifenol yang berkorelasi dengan aktivitas antioksidan dan antidiabetes. Variasi metode ekstraksi dan dosis antar studi menyebabkan belum memungkinkan dilakukan meta-analisis.
  2. Efek Antidiabetes Ekstrak Daun Randu (Ceiba pentandra) pada Tikus Wistar yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan; 5 kelompok: normal, diabetes tanpa terapi, glibenklamid, ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kgBB.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari per oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun C. pentandra menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dan memperbaiki kadar SOD/MDA dibanding kelompok diabetes. Dosis 400 mg/kgBB memberikan efek sebanding dengan glibenklamid.
  3. Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Ekstrak Daun Ceiba pentandra dari Biomassa Kapuk

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat; uji DPPH, ABTS, serta difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 31,25–500 µg/mL; inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 38,2 µg/mL dan menghambat S. aureus dengan diameter 14,5 mm. Kandungan total flavonoid berperan pada aktivitas antimikroba.
  4. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Ceiba pentandra pada Model Edema Kaki Tikus Akibat Karagenan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    20 ekor tikus Sprague-Dawley; diinduksi karagenan 1%; 4 kelompok perlakuan.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB per oral, diberikan 1 jam sebelum induksi karagenan.
    Temuan:
    Ekstrak dosis 300 mg/kgBB menurunkan volume edema kaki sebesar 61,4% dalam 6 jam dan menurunkan kadar TNF-α. Efek ini tidak berbeda bermakna dengan natrium diklofenak 10 mg/kgBB.
  5. Sintesis Hijau Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Daun Ceiba pentandra dan Aktivitas Antibakterinya

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Prekursor AgNO3 1 mM; ekstrak daun 10%; karakterisasi UV-Vis, SEM-EDX, FTIR; uji terhadap bakteri patogen.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi nanopartikel 25–100 µg/mL; inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Nanopartikel perak berhasil disintesis dengan puncak SPR pada 420 nm dan ukuran rata-rata 35 nm. Aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa lebih baik daripada ampisilin.
  6. Penghambatan α-Glukosidase oleh Ekstrak Etanol Ceiba pentandra sebagai Kandidat Antidiabetes

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol dan fraksi n-heksana; enzim α-glukosidase dari Saccharomyces cerevisiae; uji kinetika pada variasi konsentrasi substrat.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10–160 µg/mL; inkubasi 15 menit pada suhu 37°C.
    Temuan:
    Ekstrak etanol menghambat α-glukosidase secara kompetitif dengan IC50 68,4 µg/mL. Analisis Lineweaver-Burk menunjukkan peningkatan Km tanpa perubahan Vmax.
  7. Studi In Silico Senyawa Bioaktif Ceiba pentandra terhadap Protease Utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi in silico (penambatan molekuler)
    Sampel:
    25 senyawa fitokimia C. pentandra; protein target 3CLpro SARS-CoV-2 (PDB ID 6LU7); validasi redocking RMSD < 2 Å.
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan; parameter AutoDock Vina menggunakan exhaustiveness 20.
    Temuan:
    Senyawa mirisetin dan kuersetin dari C. pentandra memiliki skor docking lebih negatif daripada ligan kontrol. Kedua senyawa berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor protease SARS-CoV-2.

Advertisement


Cari: