Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-Analisis Efek Juniperus communis terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan Profil Lipid pada Model Metabolik

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (12 studi hewan dan 3 uji klinis) dengan total 435 subjek; mayoritas menggunakan model diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    250–600 mg/kgBB (hewan) dan 500–1000 mg/hari (manusia) selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Juniperus communis secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida dibandingkan kontrol. Tidak ditemukan efek buruk yang serius pada dosis yang diuji.
  2. Suplementasi Ekstrak Buah Juniperus communis meningkatkan Kendali Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 35–65 tahun; kelompok intervensi menerima ekstrak, kelompok kontrol menerima plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak J. communis 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara bermakna. Parameter fungsi hati dan ginjal tetap normal selama intervensi.
  3. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Juniperus communis terhadap Bakteri Multiresisten Obat

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    12 isolat bakteri multiresisten, termasuk MRSA dan Pseudomonas aeruginosa; uji difusi cakram dan mikrodilusi
    Dosis/Durasi:
    MIC 0,5–8 μL/mL; waktu kontak 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri J. communis menunjukkan zona hambat 10–28 mm dan MIC 0,5–8 μL/mL terhadap isolat yang diuji. Kandungan β-pinene dan limonene diduga berperan dalam efek antibakteri.
  4. Efek Antidiabetik dan Antioksidan Ekstrak Etanolik Buah Juniperus communis pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    32 tikus Wistar jantan (200–250 g) dibagi menjadi 4 kelompok: normal, diabetes, metformin, dan ekstrak
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB/hari oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak J. communis 300 mg/kgBB selama 28 hari menurunkan glukosa darah puasa dan memperbaiki stres oksidatif dengan meningkatkan SOD dan katalase. Kadar SOD dan katalase meningkat mendekati kelompok normal.
  5. Minyak Atsiri Juniperus communis Menghambat Inflamasi pada Makrofag melalui Penghambatan NF-κB

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS) 1 µg/mL; konsentrasi minyak 10–50 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    10–50 µg/mL; pendedahan 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri J. communis menurunkan sekresi TNF-α dan IL-6 serta menurunkan ekspresi COX-2. Efek anti-inflamasi dimediasi oleh penghambatan translokasi NF-κB ke inti sel.
  6. Efek Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Juniperus communis terhadap Sel Kanker Serviks HeLa

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel HeLa dan sel normal NIH/3T3; uji MTT dan staining Annexin V
    Dosis/Durasi:
    IC50 25 µg/mL; inkubasi 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak J. communis memiliki IC50 25 µg/mL pada sel HeLa, lebih selektif dibanding sel normal. Ekstrak memicu apoptosis melalui peningkatan caspase-3.
  7. Aktivitas Farmakologis Juniperus communis sebagai Agen Antioksidan, Antimikroba, dan Anti-inflamasi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    44 artikel meliputi studi in vitro, in vivo, dan klinis; pustaka dari Scopus dan PubMed 2010–2021
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada standar; dosis studi bervariasi 0,1–5% konsentrasi in vitro dan 100–600 mg/kgBB in vivo
    Temuan:
    Tinjauan mengkonfirmasi bahwa buah dan minyak atsiri J. communis kaya akan monoterpen dan fenolik. Berbagai studi menunjukkan aktivitas antimikroba, antioksidan, dan anti-inflamasi yang menjanjikan, tetapi standarisasi ekstrak masih diperlukan.

Advertisement


Cari: