Sampel:
44 artikel meliputi studi in vitro, in vivo, dan klinis; pustaka dari Scopus dan PubMed 2010–2021
Dosis/Durasi:
Tidak ada standar; dosis studi bervariasi 0,1–5% konsentrasi in vitro dan 100–600 mg/kgBB in vivo
Temuan:
Tinjauan mengkonfirmasi bahwa buah dan minyak atsiri J. communis kaya akan monoterpen dan fenolik. Berbagai studi menunjukkan aktivitas antimikroba, antioksidan, dan anti-inflamasi yang menjanjikan, tetapi standarisasi ekstrak masih diperlukan.