Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Akut Ekstrak Etanolik Daun Ginseng Jawa (Talinum paniculatum)

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50–200 mg/kgBB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 DPPH sebesar 52,3 µg/mL. Pada dosis hingga 2 g/kgBB tidak ditemukan kematian atau perubahan perilaku, sehingga tergolong relatif aman.
  2. Efek Antiinflamasi Topikal Ekstrak Etanolik Talinum paniculatum pada Edema Kaki Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan
    Dosis/Durasi:
    Gel ekstrak 5% dan 10% topikal, dioleskan 2 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan volume edema pada 3 dan 5 jam setelah induksi karagenan. Mekanisme kerja diduga melalui penurunan ekspresi COX-2 dan TNF-α.
  3. Efek Antidiabetes Ekstrak Air Akar Talinum paniculatum pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    28 tikus jantan yang diinduksi streptozotosin-nikotinamid
    Dosis/Durasi:
    150 dan 300 mg/kgBB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak 300 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah puasa hingga sekitar 45% dan meningkatkan kadar insulin dibandingkan kontrol. Efeknya sebanding dengan glibenklamid pada dosis yang sama.
  4. Systematic Review: Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Talinum paniculatum sebagai Ginseng Jawa

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Telaah terhadap 78 artikel terindeks Scopus/PubMed
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review)
    Temuan:
    Data menunjukkan bahwa Talinum paniculatum memiliki potensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, afrodisiak, dan antidiabetik. Flavonoid dan saponin merupakan kelompok senyawa aktif utama yang dilaporkan dalam berbagai studi.
  5. Efek Afrodisiak Ekstrak Etanolik Akar Talinum paniculatum pada Mencit Jantan: Perilaku Seksual dan Kadar Testosteron

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 mencit jantan galur DDY
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak dosis 200 mg/kgBB meningkatkan jumlah intromisi dan ejakulasi pada mencit jantan. Kadar testosteron serum meningkat sekitar 2,1 kali lipat dibandingkan kontrol.
  6. Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Metanolik Talinum paniculatum terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7 dan Sel Normal Vero

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel Vero; konsentrasi 6,25–400 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Inkubasi 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak bersifat selektif toksik terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 87,4 µg/mL, tetapi tidak toksik terhadap sel Vero. Aktivitas apoptosis ditandai dengan peningkatan ekspresi kaspase-3.
  7. Meta-Analisis Efek Talinum paniculatum terhadap Kadar Glukosa Darah pada Model Hewan Diabetes

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi hewan dengan total 214 tikus
    Dosis/Durasi:
    Pooling dosis 100–400 mg/kgBB per oral, durasi 7–28 hari
    Temuan:
    Efek penurunan glukosa darah dari ekstrak Talinum paniculatum secara keseluruhan signifikan dibandingkan kontrol. Analisis subgrup menunjukkan dosis ≥200 mg/kgBB memberikan efek penurunan glukosa darah yang lebih besar.

Advertisement


Cari: