Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Akar Hemidesmus indicus pada Model Edema Kaki Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Tikus Wistar jantan (n=30), tiga kelompok dosis dan dua kelompok kontrol
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg per oral selama 7 hari; edema diinduksi dengan karagenan 1%.
    Temuan:
    Ekstrak etanol akar Hemidesmus indicus secara signifikan mengurangi edema kaki dibandingkan kontrol. Dosis 400 mg/kg menunjukkan efek antiinflamasi yang sebanding dengan diklofenak.
  2. Efek Antidiabetik Ekstrak Akar Hemidesmus indicus pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Tikus Sprague-Dawley jantan diabetes (n=24), enam ekor per kelompok
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kg per oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan kadar insulin serum. Efek dosis 500 mg/kg sebanding dengan glibenklamid.
  3. Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Akar Hemidesmus indicus terhadap Streptococcus mutans

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Streptococcus mutans ATCC 25175 dan Candida albicans ATCC 10231
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–100 μg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak menghambat pembentukan biofilm bakteri dan jamur secara signifikan. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan senyawa 2-hidroksi-4-metoksibenzaldehida.
  4. Studi In Silico Senyawa Bioaktif Hemidesmus indicus terhadap Protease SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in silico (molecular docking)
    Sampel:
    20 senyawa fitokimia H. indicus dan enzim protease utama SARS-CoV-2 (PDB ID: 6LU7)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan; simulasi penambatan molekuler dilakukan tanpa intervensi dosis.
    Temuan:
    Senyawa lupeol dan β-sitosterol menunjukkan afinitas pengikatan yang baik terhadap protease SARS-CoV-2. Senyawa tersebut berpotensi menghambat replikasi virus secara in silico.
  5. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Hemidesmus indicus pada Tikus yang Diinduksi Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Mencit albino Swiss jantan (n=36), enam ekor per kelompok
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 300 mg/kg per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar ALT dan AST yang meningkat akibat karbon tetraklorida. Perbaikan histopatologi jaringan hati terlihat pada dosis 300 mg/kg.
  6. Tinjauan Sistematis Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Hemidesmus indicus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    38 artikel dari PubMed, Scopus, dan Web of Science (2010–2022)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi langsung; analisis kualitatif terhadap dosis yang digunakan pada studi primer.
    Temuan:
    Hemidesmus indicus memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetik, antimikroba, dan hepatoprotektif. Senyawa utama yang berperan meliputi triterpenoid dan 2-hidroksi-4-metoksibenzaldehida.

Advertisement


Cari: