Kasifikasi ilmiah Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malvales |
| Famili: | Malvaceae |
| Subfamili: | Malvoideae |
| Tribus: | Hibisceae |
| Genus: | Hibiscus |
| Spesies: | Hibiscus rosa-sinensis |
Kembang sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur. Tanaman ini sangat populer sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis karena bunganya yang besar, berwarna cerah, dan memiliki bentuk yang sangat eksotis. Meskipun tidak memiliki aroma yang tajam, keindahan kelopak bunganya yang lebar seringkali menjadi daya tarik utama bagi kupu-kupu dan burung kolibri di halaman rumah.
Selain estetika, tanaman ini juga cukup tangguh dan mudah dirawat, cukup dengan paparan sinar matahari yang cukup serta penyiraman yang rutin. Di Indonesia sendiri, kembang sepatu sering dijadikan pagar hidup atau sekadar tanaman pot penghias teras. Menariknya, bagian bunga dan daunnya di beberapa budaya tradisional juga sering dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan atau bahan pewarna alami karena kandungan pigmen antosianinnya.
Advertisement