Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Hibiscus rosa-sinensis L. (Malvaceae): Tinjauan fitokimia dan sifat farmakologisnya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    150 studi fitokimia dan farmakologi (in vitro, in vivo, dan klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur)
    Temuan:
    Ekstrak bunga, daun, dan akar mengandung flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid. Senyawa ini menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, antimikroba, dan hepatoprotektif.
  2. Perbandingan efektivitas obat kumur Hibiscus rosa-sinensis dan klorheksidin terhadap plak dan gingivitis: uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien dengan gingivitis ringan-sedang (usia 18–45 tahun)
    Dosis/Durasi:
    10 mL obat kumur 2 kali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Obat kumur ekstrak daun H. rosa-sinensis menurunkan indeks plak dan gingiva secara signifikan. Efektivitasnya setara dengan klorheksidin 0,2%.
  3. Efek ekstrak bunga Hibiscus rosa-sinensis terhadap obesitas akibat diet tinggi lemak pada mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Experimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 jantan yang diinduksi diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kgBB secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bunga menurunkan berat badan, lemak visceral, dan resistensi insulin. Kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida menurun, sedangkan HDL meningkat.
  4. Aktivitas penyembuhan luka ekstrak bunga Hibiscus rosa-sinensis pada tikus diabetes

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Experimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan diabetes yang diinduksi streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    Gel topikal 5% dan 10% diberikan sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Gel ekstrak bunga mempercepat penutupan luka dan meningkatkan kepadatan kolagen. Ekspresi VEGF dan TGF-β1 juga meningkat.
  5. Aktivitas anti-inflamasi ekstrak bunga Hibiscus rosa-sinensis pada makrofag RAW 264.7 yang diinduksi LPS

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Experimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Perlakuan ekstrak 12,5–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak bunga menurunkan produksi NO, TNF-α, IL-6, dan PGE2. Efek ini terkait penghambatan NF-κB dan MAPK.
  6. Efek neuroprotektif ekstrak Hibiscus rosa-sinensis pada tikus yang diinduksi skopolamin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Experimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi skopolamin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 200 mg/kgBB secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak memperbaiki memori spasial dan menurunkan aktivitas asetilkolinesterase. Stres oksidatif dan apoptosis neuron juga berkurang.
  7. Ekstrak daun Hibiscus rosa-sinensis memperbaiki nefropati diabetik pada tikus yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Experimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan diabetes yang diinduksi streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 200 dan 400 mg/kgBB secara oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak daun menurunkan glukosa darah, kreatinin, dan urea. Kerusakan tubulus dan glomerulus berkurang secara histologis.
  8. Efek ekstrak Hibiscus rosa-sinensis terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi ringan: uji klinis acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien hipertensi ringan (usia 30–60 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak 250 mg dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bunga menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.

Advertisement


Cari: