Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Aframomum melegueta terhadap Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes mellitus tipe 2 (30 kelompok intervensi, 30 kelompok plasebo), usia 35–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    300 mg/hari ekstrak A. melegueta (setara 4,5 mg 6-paradol) selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak A. melegueta selama 12 minggu secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Perbaikan kontrol glikemik disertai peningkatan sensitivitas insulin tanpa perubahan berat badan yang bermakna.
  2. Kajian Sistematis Aframomum melegueta (Grains of Paradise) terhadap Sindrom Metabolik: dari Studi Praklinis hingga Klinis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 artikel (10 uji klinis, 32 studi hewan) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak dapat dilakukan meta-analisis; dosis pada studi klinis berkisar 30–300 mg/hari dengan durasi 4–16 minggu.
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan perbaikan profil lipid, glukosa darah, dan penanda inflamasi pada sindrom metabolik setelah pemberian A. melegueta. Namun, variasi metodologi dan dosis menghambat penetapan rekomendasi klinis yang baku.
  3. Ekstrak Biji Aframomum melegueta Memperbaiki Obesitas yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak pada Tikus melalui Aktivasi AMPK dan Penurunan Adipogenesis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 16 minggu
    Dosis/Durasi:
    50, 100, dan 200 mg/kg berat badan/hari per oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak A. melegueta dosis 50–200 mg/kg menurunkan berat badan, massa jaringan lemak, dan ukuran adiposit. Ekstrak mengaktifkan fosforilasi AMPK serta menekan ekspresi PPAR-γ dan C/EBP-α di jaringan lemak.
  4. Efek Ekstrak Aframomum melegueta terhadap Tekanan Darah dan Disfungsi Endotel pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi L-NAME

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan; hipertensi diinduksi dengan L-NAME 40 mg/kg/hari selama 4 minggu
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg/hari per oral selama 4 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak A. melegueta menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara tergantung dosis. Efek antihipertensi berkaitan dengan peningkatan bioavailabilitas nitrat oksida serta perbaikan status antioksidan pembuluh darah.
  5. Efek Aframomum melegueta terhadap Kualitas Sperma dan Kadar Testosteron pada Tikus Jantan yang Diinduksi Diabetes

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    28 tikus Wistar jantan; diabetes diinduksi dengan streptozotocin 55 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kg/hari per oral selama 6 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak A. melegueta selama 6 minggu meningkatkan kadar testosteron, jumlah sperma, dan motilitas sperma, serta menurunkan kerusakan oksidatif testis. A. melegueta berpotensi sebagai agen pendukung kesuburan pria diabetik.
  6. Efek Neuroprotektif Ekstrak Biji Aframomum melegueta terhadap Gangguan Memori yang Diinduksi Skopolamin pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 mencit Swiss albino jantan; gangguan memori diinduksi dengan skopolamin 1 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg/hari per oral selama 14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak A. melegueta memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze dan menurunkan stres oksidatif di jaringan otak. Ekstrak menurunkan kadar malondialdehid serta meningkatkan superoksida dismutase dan aktivitas asetilkolinesterase.
  7. Aktivitas Anti-inflamasi Ekstrak Aframomum melegueta dan Senyawa Bioaktif 6-Paradol melalui Penghambatan NF-κB pada Makrofag

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi in vitro 5–40 µg/mL ekstrak dan 2,5–20 µM 6-paradol; inkubasi selama 18–24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak A. melegueta dan 6-paradol menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 pada makrofag yang teraktivasi LPS. Mekanisme yang terlibat mencakup penghambatan translokasi NF-κB dan aktivasi jalur Nrf2.

Advertisement


Cari: