Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Berberin (alkaloid utama Goldenseal) versus placebo untuk pencegahan kekambuhan adenoma kolorektal pada pasien setelah polipektomi: uji multisenter, acak, tersamar ganda, terkontrol placebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    891 pasien pascapolipektomi adenoma kolorektal (445 berberin, 446 placebo)
    Dosis/Durasi:
    Berberin 300 mg dua kali sehari selama 24 bulan
    Temuan:
    Berberin 300 mg dua kali sehari selama 2 tahun menurunkan risiko kekambuhan adenoma dibanding placebo (36,6% vs 46,8%). Efek ini paling jelas terlihat pada adenoma lanjut, tanpa peningkatan efek samping serius.
  2. Efek berberin (alkaloid utama Goldenseal) terhadap glikemia dan resistensi insulin pada diabetes melitus tipe 2: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    22 uji klinis acak dengan total 1.775 pasien diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    500–1.500 mg/hari dibagi dalam 2–3 dosis selama 1–3 bulan
    Temuan:
    Berberin secara signifikan menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan resistensi insulin dibanding kontrol. Kejadian hipoglikemia dilaporkan rendah dan berberin tampak aman pada durasi studi.
  3. Ekstrak akar Goldenseal (Hydrastis canadensis) dan alkaloidnya menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus serta bersinergi dengan oksasilin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Staphylococcus aureus termasuk MRSA (n = 12)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi hambat minimum (MIC) ekstrak 32–128 µg/mL; inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Goldenseal dan berberin menghambat pembentukan biofilm dan meningkatkan kerentanan MRSA terhadap oksasilin. Kombinasi hidrastin dan berberin diduga berperan dalam efek antibakteri ekstrak.
  4. Aktivitas anti-inflamasi ekstrak dan alkaloid Goldenseal (Hydrastis canadensis) pada makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi preklinis in vitro
    Sampel:
    Garis sel makrofag murine RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 1–50 µg/mL; pretreatment 1 jam sebelum stimulasi LPS selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Goldenseal menurunkan produksi nitrat oksida dan sitokin pro-inflamasi TNF-α serta IL-6. Penghambatan jalur NF-κB diduga menjadi mekanisme utama efek anti-inflamasi.
  5. Interaksi obat-herbal dengan fokus pada Goldenseal (Hydrastis canadensis): tinjauan sistematis terhadap aktivitas sitokrom P450 dan P-glikoprotein

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    17 studi klinis dan farmakokinetik
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 1.000–3.600 mg/hari ekstrak Goldenseal selama 1–4 minggu
    Temuan:
    Goldenseal secara konsisten menghambat CYP3A4 dan P-glikoprotein, sedangkan efeknya terhadap CYP2D6 bervariasi antarstudi. Interaksi ini berpotensi meningkatkan kadar obat dengan indeks terapi sempit seperti takrolimus, midazolam, atau digoksin.
  6. Tinjauan sistematis keamanan dan interaksi obat suplemen Goldenseal (Hydrastis canadensis)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 artikel klinis dan data farmakovigilans
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; dosis lazim 500–4.700 mg ekstrak/hari selama 2–12 minggu
    Temuan:
    Suplemen Goldenseal umumnya toleran pada dosis lazim, tetapi berisiko menimbulkan interaksi obat melalui penghambatan CYP3A4, CYP2D6, dan P-gp. Terdapat laporan kasus hepatotoksisitas yang jarang namun perlu diwaspadai pada pengguna obat metabolik.
  7. Pengaruh berberin (alkaloid utama Goldenseal) pada sindrom ovarium polikistik: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 912 pasien sindrom ovarium polikistik
    Dosis/Durasi:
    Berberin 500 mg tiga kali sehari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Berberin memperbaiki profil glukosa, resistensi insulin, dan kadar androgen dibanding placebo atau metformin. Kualitas bukti masih tergolong rendah hingga sedang sehingga diperlukan studi lanjutan.

Advertisement


Cari: