Kasifikasi ilmiah Daun Salak Bali (Salacca zalacca var. amboinensis)
Author: (Becc.) Mogea
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Liliidae |
| Ordo: | Arecales |
| Famili: | Arecaceae |
| Subfamili: | Calamoideae |
| Tribus: | Calameae |
| Genus: | Salacca |
| Spesies: | Salacca zalacca var. amboinensis |
Salacca zalacca var. amboinensis merupakan salah satu varietas unik dari tanaman salak yang secara alami tumbuh di wilayah Kepulauan Maluku, Indonesia. Tanaman ini memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan salak pada umumnya, namun dengan adaptasi lingkungan lokal yang membuatnya memiliki profil rasa serta tekstur daging buah yang khas, sering kali terasa lebih segar dan sedikit berbeda dibandingkan varietas salak dari Pulau Jawa.
Tanaman ini tumbuh dalam rumpun yang rapat dengan pelepah berduri tajam, menjadikannya bukan sekadar tanaman penghasil buah, tetapi juga pelindung alami bagi area di sekitarnya. Meskipun keberadaannya tidak sepopuler salak pondoh, salak ambon ini tetap menjadi bagian penting dari biodiversitas buah tropis di Indonesia dan menjadi kekayaan genetik lokal yang perlu terus dilestarikan agar tidak terpinggirkan oleh komoditas buah yang lebih komersial.
Advertisement