Kasifikasi ilmiah Daun Kembang Semangkuk (Scaphium macropodum)
Author: (Miq.) Beumee ex K.Heyne
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malvales |
| Famili: | Malvaceae |
| Subfamili: | Sterculioideae |
| Tribus: | Sterculieae |
| Genus: | Scaphium |
| Spesies: | Scaphium macropodum |
Scaphium macropodum atau yang lebih dikenal dengan sebutan pohon semangkuk merupakan tumbuhan hutan tropis yang sangat ikonik. Pohon ini memiliki karakteristik unik pada buahnya yang berbentuk seperti perahu atau mangkuk kecil, yang jika terkena air akan mengembang dan menghasilkan lendir. Karena keunikan ini, biji dari tanaman ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai minuman penyegar atau obat tradisional untuk meredakan panas dalam.
Secara fisik, pohon ini bisa tumbuh menjulang tinggi hingga puluhan meter di habitat aslinya di hutan hujan dataran rendah. Kayunya yang cukup bernilai membuat spesies ini juga populer dalam industri perkayuan, namun pemanfaatannya kini terus dipantau agar tetap lestari. Keberadaan pohon semangkuk di hutan juga sangat penting sebagai pendukung ekosistem bagi berbagai jenis fauna yang mengandalkan buahnya sebagai sumber makanan.
Advertisement