Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Berberin, Alkaloid Utama Huang Lian (Coptis chinensis), terhadap Kadar Glukosa pada Diabetes Tipe 2: Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    11 uji acak terkendali dengan total 980 pasien diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    500 mg berberin dua kali sehari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Berberin secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan kontrol. Profil lipid juga membaik tanpa peningkatan efek samping serius.
  2. Peran Huang Lian (Coptis chinensis) dan Berberin dalam Sindrom Metabolik: Studi Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 studi yang mencakup uji klinis dan penelitian hewan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; umumnya 500–1500 mg/hari berberin selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Coptis chinensis dan berberin memperbaiki resistensi insulin, dislipidemia, dan tekanan darah. Mekanisme utama terkait aktivasi jalur AMPK dan modulasi mikrobiota usus.
  3. Efek Terapi Adjuvan Total Alkaloid Coptis chinensis terhadap Dislipidemia pada Pasien Hiperlipidemia: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien hiperlipidemia, terdiri atas 60 pasien kelompok intervensi dan 60 pasien kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    600 mg/hari dalam dua dosis terbagi selama 12 minggu
    Temuan:
    Total alkaloid Coptis chinensis menurunkan LDL dan trigliserida secara signifikan dibandingkan plasebo. Tolerabilitas terapi ini baik dan tidak ditemukan efek samping serius.
  4. Ekstrak Coptis chinensis Meringankan Kolitis Ulseratif pada Mencit dengan Memodulasi Mikrobiota Usus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 yang diinduksi DSS (dextran sulfate sodium)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg/hari secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak Coptis chinensis mengurangi skor aktivitas penyakit dan kerusakan jaringan kolon. Pemberian ekstrak juga meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus dan menekan sitokin pro-inflamasi.
  5. Coptis chinensis Memperbaiki Disfungsi Kognitif pada Model Penyakit Alzheimer melalui Sumbu Usus-Otak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 mencit transgenik APP/PS1
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg/hari secara oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Coptis chinensis meningkatkan memori spasial dan menurunkan akumulasi plak β-amiloid. Perubahan mikrobiota usus berkaitan dengan berkurangnya peradangan saraf.
  6. Huang Lian (Coptis chinensis) Menghambat Proliferasi dan Metastasis Sel Kanker Hepatoseluler

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel HepG2 dan Huh7
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–100 µg/mL selama 24–48 jam
    Temuan:
    Ekstrak Coptis chinensis menurunkan viabilitas dan migrasi sel secara tergantung dosis. Efek supresi tumor terjadi melalui induksi apoptosis jalur mitokondria serta aktivasi kaspase-3.
  7. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Coptis chinensis terhadap Isolat Klinis Staphylococcus aureus Resisten Metisilin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    10 isolat klinis MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi hambat minimum 0,5–2 mg/mL; inkubasi 18–24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Coptis chinensis menghambat pertumbuhan MRSA dengan merusak integritas membran sel bakteri. Kombinasi dengan oksasilin mengembalikan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik.
  8. Coptis chinensis Meningkatkan Sensitivitas Insulin pada Tikus Diabetes Tipe 2 melalui Jalur Sinyal PI3K/AKT

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley yang diinduksi diabetes tipe 2 dengan diet tinggi lemak dan streptozotosin
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kg/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian Coptis chinensis menurunkan resistensi insulin dan kadar glukosa darah puasa. Efek ini disertai peningkatan fosforilasi PI3K dan AKT pada jaringan hati.

Advertisement


Cari: