Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan Keamanan Cistanche deserticola terhadap Gangguan Kognitif: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 uji klinis acak terkontrol, 490 pasien dengan gangguan kognitif ringan sampai sedang berusia 55–85 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak standar 300–600 mg/hari dalam 2–3 dosis terbagi selama 12–24 minggu
    Temuan:
    Cistanche deserticola secara signifikan meningkatkan skor Mini-Mental State Examination (MMSE) dan kemampuan aktivitas harian dibandingkan plasebo. Kejadian efek samping gastrointestinal ringan lebih tinggi pada kelompok intervensi namun tidak bermakna secara statistik.
  2. Polisakarida Cistanche deserticola Memperbaiki Fungsi Kognitif pada Tikus Model Alzheimer melalui Modulasi Mikrobiota Usus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Praktinik
    Sampel:
    24 tikus APP/PS1 transgenik dan 24 tikus wild-type; tiap kelompok terdiri dari 12 ekor
    Dosis/Durasi:
    Polisakarida 200 mg/kgBB/hari secara oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian polisakarida Cistanche deserticola menurunkan deposisi plak beta-amiloid dan meningkatkan ekspresi BDNF di hipokampus. Perbaikan mikrobiota usus turut berkontribusi terhadap efek neuroprotektif yang diamati.
  3. Ekstrak Cistanche deserticola Mencegah Kehilangan Tulang pada Tikus Ovariektomi melalui Jalur RANKL/OPG

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Praktinik
    Sampel:
    40 tikus betina Sprague-Dawley yang dibagi menjadi 4 kelompok: sham, ovariektomi, ovariektomi dengan dosis rendah, dan ovariektomi dengan dosis tinggi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak hidroalkohol 100 dan 300 mg/kgBB/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Cistanche deserticola mempertahankan volume trabekular tulang dan menurunkan aktivitas osteoklas dengan menurunkan rasio RANKL/OPG. Efek ini menunjukkan potensi terapi ajuvan untuk osteoporosis pascamenopause.
  4. Ekinakosida dari Cistanche deserticola Melindungi Neuron Dopaminergik pada Model Tikus Parkinson

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Praktinik
    Sampel:
    36 tikus jantan C57BL/6 yang diinduksi MPTP; terdiri dari kelompok kontrol, model Parkinson, dan dua kelompok dosis ekinakosida
    Dosis/Durasi:
    Ekinakosida 25 dan 50 mg/kgBB/hari secara intraperitoneal selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekinakosida mengurangi degenerasi neuron dopaminergik di substansia nigra dan memulihkan kadar dopamin striatum. Aktivasi SIRT1 serta penurunan stres oksidatif berperan dalam efek neuroprotektif tersebut.
  5. Cistanche deserticola Memperbaiki Disfungsi Ereksi pada Tikus Diabetes melalui Jalur eNOS/NO

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Praktinik
    Sampel:
    30 tikus jantan Sprague-Dawley; 10 kontrol normal dan 20 tikus diabetes yang diinduksi streptozotosin, dibagi menjadi kelompok tanpa pengobatan dan kelompok dengan ekstrak Cistanche deserticola
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 150 mg/kgBB/hari secara oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Cistanche deserticola meningkatkan tekanan intrakorpora dan ekspresi eNOS pada jaringan penis. Terapi ini juga mengurangi fibrosis korpus kavernosum pada tikus diabetes.
  6. Aktivitas Anti-Penuaan Cistanche deserticola: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi preklinis (in vitro dan in vivo) yang memenuhi kriteria inklusi; tidak dilakukan meta-analisis karena heterogenitas metode
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum secara kuantitatif; rentang dosis ekstrak pada studi hewan adalah 50–400 mg/kgBB/hari
    Temuan:
    Cistanche deserticola dan senyawa aktifnya meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dan mengaktifkan jalur KEAP1/Nrf2. Bukti klinis pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
  7. Efikasi dan Keamanan Granul Cistanche deserticola pada Pasien Konstipasi Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    80 pasien dengan konstipasi fungsional berdasarkan kriteria Rome IV, usia 18–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Granul Cistanche deserticola 12 g (mengandung glikosida feniletanoid setara 2 g) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Granul Cistanche deserticola meningkatkan frekuensi defekasi per minggu dan memperbaiki skor konsistensi feses Bristol dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama periode penelitian.

Advertisement


Cari: