Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Konsumsi sayuran Allium dan risiko kanker: tinjauan sistematis dan meta-analisis studi observasional

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    67 studi observasional (kasus-kontrol dan kohort) dengan total lebih dari 1.200.000 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; studi mengukur asupan sayuran Allium dalam kategori frekuensi/hari
    Temuan:
    Asupan sayuran Allium, termasuk kucai, secara signifikan dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama karsinoma lambung. Analisis dosis-respons menunjukkan efek protektif meningkat seiring dengan frekuensi konsumsi mingguan.
  2. Tinjauan sistematis peran spesies Allium dalam kesehatan manusia dengan fokus pada kucai (Allium schoenoprasum)

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    109 artikel original yang mencakup studi in vitro, in vivo, dan klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; tinjauan literatur
    Temuan:
    Kucai mengandung senyawa sulfur, flavonoid, dan fenolik yang bertanggung jawab atas efek antioksidan, anti-inflamasi, serta antimikroba. Bukti mendukung potensi kucai sebagai makanan fungsional, tetapi uji klinis pada manusia masih terbatas.
  3. Efek hepatoprotektif ekstrak etanol kucai (Allium schoenoprasum L.) terhadap kerusakan hati akibat karbon tetraklorida pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor tikus Wistar jantan berumur 8–10 minggu
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% 200 dan 400 mg/kg BB/hari diberikan melalui gavage selama 14 hari setelah induksi CCl4
    Temuan:
    Ekstrak kucai dosis 200 dan 400 mg/kg BB menurunkan aktivitas ALT dan AST secara bermakna serta memperbaiki indeks oksidatif di jaringan hati. Efek perlindungannya setara dengan silimarin dosis 100 mg/kg BB.
  4. Aktivitas antihiperglikemik ekstrak air kucai (Allium schoenoprasum L.) pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 ekor tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi STZ 50 mg/kg BB
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air 150 dan 300 mg/kg BB/hari secara oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak air kucai menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan kelompok kontrol diabetes. Ekstrak juga meningkatkan kadar insulin serum melalui perbaikan sel beta pankreas.
  5. Aktivitas antimikroba dan antioksidan minyak atsiri kucai (Allium schoenoprasum L.) terhadap bakteri patogen bawaan makanan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    20 isolat bakteri patogen meliputi Staphylococcus aureus, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, dan Salmonella Enteritidis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–200 µg/mL, inkubasi 24 jam untuk MIC/MBC, serta uji DPPH
    Temuan:
    Minyak atsiri kucai menunjukkan penghambatan kuat terhadap bakteri Gram-positif dengan MIC 25–50 µg/mL dan bersifat bakterisidal pada 2×MIC. Aktivitas antioksidannya sebanding dengan BHT pada konsentrasi 100 µg/mL.
  6. Efek anti-inflamasi ekstrak kucai (Allium schoenoprasum L.) melalui penghambatan jalur NF-κB pada makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang distimulasi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5, 10, 20, 40, dan 80 µg/mL selama 24 jam sebelum atau saat stimulasi LPS
    Temuan:
    Ekstrak kucai menurunkan produksi nitric oxide (NO), TNF-α, dan IL-6 secara dosis-tergantung. Mekanisme penghambatan terjadi melalui penurunan ekspresi iNOS dan COX-2 serta pencegahan translokasi nuklir NF-κB.
  7. Profil fitokimia dan aktivitas antioksidan bagian aerial kucai (Allium schoenoprasum L.) sebagai sumber senyawa bioaktif alami

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorik
    Sampel:
    Sampel daun dan bunga kucai dari tiga lokasi budidaya dengan total 9 analisis
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; analisis fitokimia dan pengukuran aktivitas antioksidan secara in vitro
    Temuan:
    Bagian aerial kucai kaya akan kaempferol, quercetin, dan asam klorogenat. Ekstrak metanolik menunjukkan kapasitas antioksidan tinggi dalam uji DPPH dan FRAP serta berkorelasi positif dengan kadar total fenolik.

Advertisement


Cari: