Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Kajian Sistematis Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Orthosiphon aristatus (Kumis Kucing)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    86 artikel dari PubMed, Scopus, dan Web of Science yang memuat data fitokimia dan farmakologi Orthosiphon aristatus
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Orthosiphon aristatus mengandung flavonoid, terpenoid, dan polifenol yang berkontribusi pada efek diuretik, antioksidan, antiinflamasi, serta antidiabetik. Studi ini menyimpulkan bahwa tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai terapi adjuvan penyakit ginjal dan metabolik, meskipun perlu standardisasi dosis dan uji klinis lanjutan.
  2. Pengaruh Ekstrak Daun Kumis Kucing terhadap Kadar Asam Urat pada Pria dengan Hiperurisemia: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pria hiperurisemia dengan kadar asam urat serum ≥7,0 mg/dL, usia 23–58 tahun, dibagi menjadi kelompok ekstrak dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak daun Orthosiphon aristatus dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak selama 12 minggu menurunkan asam urat serum secara bermakna dibandingkan plasebo. Kadar kreatinin dan fungsi hati tetap dalam batas normal, sehingga ekstrak dapat ditoleransi dengan baik.
  3. Efek Orthosiphon aristatus terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak dengan total 412 pasien hipertensi stadium 1–2; durasi intervensi 4–12 minggu
    Dosis/Durasi:
    500–1500 mg ekstrak per hari dibagi dalam 1–3 dosis selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Orthosiphon aristatus menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,2 mmHg dan diastolik 5,1 mmHg dibandingkan plasebo. Heterogenitas antarliteratur termasuk rendah hingga sedang, tetapi masih diperlukan uji dengan pelaporan alokasi yang lebih jelas.
  4. Aktivitas Antiurolitiasis Ekstrak Etanol Kumis Kucing pada Tikus Nefrolitiasis yang Diinduksi Etilen Glikol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan; lima kelompok: normal, induksi batu, kontrol pelarut, dan dua kelompok dosis ekstrak
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol Orthosiphon aristatus meningkatkan volume urin dan menurunkan ekskresi kalsium oksalat pada tikus nefrolitiasis. Pada dosis 400 mg/kgBB, efeknya sebanding dengan kalium sitrat dalam mencegah pembentukan kristal ginjal.
  5. Ekstrak Daun Kumis Kucing Memperbaiki Hiperglikemia dan Resistensi Insulin pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi diet tinggi lemak dan streptozotocin; empat kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 600 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan glukosa puasa, HbA1c, dan indeks resistensi insulin pada tikus diabetes tipe 2. Efek ini didukung oleh peningkatan sinyal insulin dan penurunan stres oksidatif di jaringan otot.
  6. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak dan Sinensetin Orthosiphon aristatus pada Makrofag yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang distimulasi LPS; perlakuan ekstrak dan sinensetin dengan berbagai konsentrasi
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 12,5–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak dan sinensetin menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan NO melalui inhibisi aktivasi NF-κB. Efek antiinflamasi terlihat pada konsentrasi 12,5–100 µg/mL tanpa sitotoksisitas yang bermakna.
  7. Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Orthosiphon aristatus pada Tikus yang Mengalami Nefrotoksisitas Akibat Gentamisin

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Wistar; enam kelompok: kontrol normal, kontrol gentamisin, pembanding, dan tiga dosis ekstrak
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar urea dan kreatinin serum serta mengurangi nekrosis tubular ginjal pada tikus yang diberi gentamisin. Perlindungan ini berkaitan dengan peningkatan aktivitas katalase dan penurunan malondialdehid di jaringan ginjal.

Advertisement


Cari: