Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan genus Viburnum: penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    N/A (tinjauan literatur; mencakup 120 artikel)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan)
    Temuan:
    Tinjauan ini merangkum penggunaan tradisional Viburnum spp., termasuk Viburnum prunifolium (black haw), untuk dysmenorrhea dan gangguan uterus. Senyawa scopoletin, aesculetin, dan salicin dilaporkan memiliki aktivitas antispasmodik dan antiinflamasi.
  2. Viburnum prunifolium (Black Haw) untuk pengobatan dysmenorrhea primer: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    4 studi (2 RCT, 2 observasional), total 312 wanita dengan dysmenorrhea primer
    Dosis/Durasi:
    100–200 mg ekstrak, 2–3 kali sehari selama 3 hari menstruasi
    Temuan:
    Bukti terbatas menunjukkan ekstrak black haw dapat mengurangi intensitas nyeri haid, tetapi kualitas metodologi studi rendah. Diperlukan RCT besar dan terkontrol dengan baik.
  3. Efek Viburnum prunifolium terhadap dysmenorrhea primer: uji klinis acak tersamar ganda terkontrol plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 wanita usia 18–30 tahun dengan dysmenorrhea primer
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak, 3 kali sehari, dimulai 2 hari sebelum menstruasi hingga hari ke-3 menstruasi
    Temuan:
    Ekstrak V. prunifolium menurunkan skor nyeri VAS secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Efek antiinflamasi dan analgesik ekstrak Viburnum prunifolium pada model hewan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Preclinical (in vivo)
    Sampel:
    60 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 6 kelompok
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kg BB, oral, selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak kulit batang V. prunifolium menurunkan edema dan respons nyeri pada model karagenan dan asam asetat. Efek ini terkait dengan inhibisi COX-2 dan penurunan sitokin proinflamasi.
  5. Komposisi kimia dan aktivitas biologis ekstrak buah Viburnum prunifolium

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    In vitro
    Sampel:
    Ekstrak buah V. prunifolium (metanol, etanol, air)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (in vitro)
    Temuan:
    Ekstrak buah kaya flavonoid dan asam fenolat, menunjukkan aktivitas antioksidan dan antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas tersebut bervariasi tergantung pelarut.
  6. Obat herbal untuk gejala menopause: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    15 RCT, n=1.234 wanita menopause
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (100–500 mg ekstrak/hari, 8–12 minggu)
    Temuan:
    Beberapa herbal, termasuk black haw (V. prunifolium), menunjukkan perbaikan gejala vasomotor, tetapi bukti untuk black haw spesifik tidak konklusif. Heterogenitas antar studi tinggi.
  7. Fitoterapi untuk dysmenorrhea primer: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    39 RCT, n=3.478 wanita dengan dysmenorrhea primer
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi
    Temuan:
    Obat herbal secara signifikan mengurangi nyeri haid dibandingkan plasebo. Viburnum prunifolium termasuk dalam beberapa uji, namun analisis subkelompoknya terbatas.
  8. Tinjauan keamanan dan efikasi Viburnum prunifolium (black haw) pada gangguan ginekologi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (6 klinis, 6 praklinis)
    Dosis/Durasi:
    100–400 mg ekstrak/hari, durasi 3 hari–12 minggu
    Temuan:
    Black haw tampak aman dan efektif untuk dysmenorrhea dan gejala menopause, namun data farmakokinetik dan uji klinis fase III masih kurang. Diperlukan penelitian lebih lanjut.

Advertisement


Cari: