Kasifikasi ilmiah Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Solanales |
| Famili: | Solanaceae |
| Subfamili: | Solanoideae |
| Tribus: | Capsiceae |
| Genus: | Capsicum |
| Spesies: | Capsicum frutescens |
Capsicum frutescens, atau yang lebih kita kenal sebagai cabai rawit, merupakan salah satu primadona di dapur rumah tangga Indonesia. Tanaman ini punya ciri khas buah yang kecil namun memiliki tingkat kepedasan yang sangat menantang, menjadikannya bahan utama dalam hampir setiap sambal nusantara. Selain rasa pedasnya yang menggigit, tanaman ini juga cukup mudah dibudidayakan di pekarangan rumah, baik di dalam pot maupun di lahan terbuka.
Selain dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, cabai rawit juga mengandung senyawa kapsaisin yang punya banyak manfaat kesehatan, seperti membantu metabolisme tubuh dan bertindak sebagai antioksidan alami. Secara fisik, tanaman ini memiliki bunga berwarna putih kehijauan dan buah yang berubah warna dari hijau saat muda menjadi merah menyala ketika matang sempurna. Karakteristiknya yang tahan banting membuat cabai ini menjadi komoditas yang sangat penting dalam ekonomi pertanian lokal.
Advertisement