Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Capsaicin dan Capsaicinoid: Sumber, Ekstraksi, dan Manfaat Kesehatan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Review Naratif
    Sampel:
    Kajian terhadap lebih dari 100 artikel ilmiah tentang capsaicinoid dari Capsicum spp., termasuk C. frutescens.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; artikel membandingkan studi dengan dosis 0,1–10 mg/kgBB/hari pada hewan dan 2–6 mg/hari pada manusia.
    Temuan:
    Capsaicinoid utama yang disintesis oleh C. frutescens adalah capsaicin dan dihydrocapsaicin. Senyawa ini memiliki aktivitas analgesik, antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker yang dilaporkan dalam berbagai studi praklinis.
  2. Efek Capsaicin terhadap Pengeluaran Energi dan Oksidasi Lemak: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi RCT dengan 368 subjek dewasa (normoweight dan overweight).
    Dosis/Durasi:
    2–6 mg capsaicin/hari; durasi 3–12 minggu.
    Temuan:
    Capsaicin meningkatkan pengeluaran energi harian sekitar 50 kkal dan oksidasi lemak. Efek ini lebih nyata pada subjek yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan pedas.
  3. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Capsicum frutescens pada Makrofag yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW 264.7 dengan stimulasi LPS 1 µg/mL; ekstrak diuji pada konsentrasi 1–50 µg/mL.
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak 1, 5, 10, 25, 50 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak C. frutescens menurunkan kadar nitrit oksida dan TNF-α secara signifikan. Penghambatan jalur NF-κB tampak menjadi mekanisme utama antiinflamasi.
  4. Potensi Antidiabetes Ekstrak Etanol Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Tikus Wistar Diabetik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    28 ekor tikus Wistar jantan diinduksi streptozotocin 50 mg/kgBB; dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan.
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari.
    Temuan:
    Ekstrak C. frutescens dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan aktivitas antioksidan. Penurunan trigliserida juga diamati setelah pemberian selama tiga minggu.
  5. Perbandingan Kandungan Capsaicinoid dan Aktivitas Antioksidan Beberapa Aksesi Capsicum frutescens L. Indonesia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Karakterisasi Laboratorium
    Sampel:
    15 aksesi C. frutescens dari Jawa dan Sumatra; analisis HPLC-DAD dan uji DPPH/FRAP.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; studi ini merupakan karakterisasi laboratorium.
    Temuan:
    Kadar capsaicin antaraksesi bervariasi antara 0,42 dan 1,87 persen bobot kering. Aksesi berpedar tinggi memiliki kapasitas antioksidan yang juga lebih tinggi, terutama melalui mekanisme peredaman radikal bebas.
  6. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Buah Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak etanol 96% dan n-heksana; uji difusi sumuran terhadap 4 isolat bakteri patogen.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 5–40 mg/mL; pengamatan zona hambat setelah 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak etanol C. frutescens menunjukkan zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak n-heksana. Konsentrasi hambat minimum terhadap S. aureus adalah 15 mg/mL, sedangkan terhadap E. coli adalah 30 mg/mL.
  7. Efek Sitotoksik Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Sel Kanker Serviks HeLa

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel HeLa dan sel normal Vero; konsentrasi ekstrak 0–400 µg/mL; replikasi tiga kali.
    Dosis/Durasi:
    Paparan 24 dan 48 jam; uji MTT untuk menghitung IC50.
    Temuan:
    Ekstrak C. frutescens bersifat sitotoksik terhadap sel HeLa dengan IC50 sebesar 84 µg/mL. Induksi apoptosis melalui peningkatan ekspresi kaspase-3 dan penurunan Bcl-2 teramati.
  8. Efikasi Topikal Capsaicin sebagai Analgesik pada Nyeri Sendi: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    7 uji klinis acak dengan 1.283 pasien osteoarthritis atau rheumatoid arthritis.
    Dosis/Durasi:
    Krim capsaicin 0,025–0,075%, 3–4 kali sehari selama 4–8 minggu.
    Temuan:
    Krim capsaicin 0,025–0,075 persen yang digunakan 3–4 kali sehari memberikan pengurangan nyeri yang bermakna. Efek samping ringan berupa rasa terbakar dan eritema dilaporkan pada sebagian pasien.

Advertisement


Cari: