Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Uji Klinis Acak Terkontrol: Efek Ekstrak Terminalia bellirica terhadap Profil Lipid pada Subjek Dewasa dengan Hiperlipidemia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol (RCT)
    Sampel:
    80 subjek dewasa usia 30–60 tahun dengan hiperlipidemia ringan-sedang; 40 subjek pada kelompok ekstrak dan 40 pada kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak buah per hari, dibagi dalam dua kapsul, selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak T. bellirica selama 12 minggu secara signifikan menurunkan LDL dan trigliserida, serta meningkatkan HDL dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius pada kelompok intervensi.
  2. Tinjauan Sistematis: Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Terminalia bellirica pada Penyakit Kronis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 artikel yang terdiri dari 15 studi in vivo, 10 studi in vitro, dan 3 uji klinis yang terindeks PubMed/Scopus
    Dosis/Durasi:
    Tidak dilaporkan secara khusus; studi yang direview menggunakan rentang dosis 50–500 mg/kg berat badan pada hewan.
    Temuan:
    Terminalia bellirica menunjukkan efek antioksidan melalui peningkatan aktivitas enzim katalase dan SOD, serta menghambat sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Efek ini mendukung potensi terapi pada penyakit metabolik dan inflamasi.
  3. Studi Eksperimental: Perlindungan Ekstrak Buah Terminalia bellirica terhadap Kerusakan Hati Akibat Parasetamol pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol, parasetamol, dan tiga kelompok dosis ekstrak
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per oral selama 7 hari sebelum induksi parasetamol.
    Temuan:
    Ekstrak T. bellirica secara dosis-tergantung menurunkan kadar ALT dan AST, mengurangi nekrosis hepatoseluler, dan meningkatkan aktivitas antioksidan hati. Efek hepatoprotektif dimediasi oleh aktivitas antiradikal dan stabilisasi membran sel.
  4. Studi In Vivo: Efek Antihiperglikemik Ekstrak Terminalia bellirica pada Tikus Diabetes Tipe 2 yang Diinduksi Streptozotocin dan Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan; diabetes tipe 2 diinduksi dengan streptozotocin 40 mg/kg dan diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kg berat badan per oral setiap hari selama 6 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan resistensi insulin, serta meningkatkan sekresi insulin melalui regenerasi sel beta pankreas. Efek antidiabetes dihubungkan dengan inhibisi α-glukosidase dan aktivitas antioksidan.
  5. Studi Neuroprotektif: Efek Ekstrak Terminalia bellirica terhadap Gangguan Kognitif yang Diinduksi Skopolamin pada Mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit Swiss albino jantan; demensia diinduksi dengan skopolamin 2 mg/kg intraperitoneal
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per oral selama 14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak T. bellirica memperbaiki memori dan kemampuan belajar pada uji Morris water maze, menurunkan aktivitas asetilkolinesterase, dan meningkatkan biomarker antioksidan di otak. Efek ini mengindikasikan potensi pengembangan untuk penyakit Alzheimer.
  6. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Buah Terminalia bellirica terhadap Bakteri Penyebab Diare

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol dan etil asetat buah T. bellirica diuji terhadap Escherichia coli, Salmonella typhi, Shigella sonnei, dan Staphylococcus aureus
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,125–8 mg/mL dengan paparan selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat 12–20 mm dan nilai MIC 0,5–4 mg/mL. Aktivitas tertinggi ditemukan terhadap E. coli dan S. aureus, dengan peran senyawa tanin dan flavonoid.
  7. Uji Klinis Acak Terkontrol: Efek Ekstrak Terminalia bellirica terhadap Berat Badan dan Lingkar Pinggang pada Subjek Obesitas

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol (RCT)
    Sampel:
    100 subjek dewasa dengan obesitas (BMI ≥30 kg/m²); 50 subjek pada kelompok ekstrak dan 50 pada kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    750 mg ekstrak buah T. bellirica terstandar (kandungan asam galat 15%) per hari, dibagi dalam dua kapsul, selama 16 minggu.
    Temuan:
    Kelompok intervensi kehilangan berat badan rata-rata 2,8 kg lebih banyak dibandingkan plasebo setelah 16 minggu, disertai penurunan lingkar pinggang dan massa lemak. Efek diduga melalui modulasi lipogenesis dan peningkatan oksidasi asam lemak.

Advertisement


Cari: