Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologi dan Fitokimia Piper sarmentosum (Sirih Belanda)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    37 artikel tersaring dari PubMed, Scopus, dan Web of Science (2010–2021)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (tinjauan pustaka)
    Temuan:
    Sirih Belanda menunjukkan efek antioksidan, antiinflamasi, antidiabetik, dan antimikroba. Sebagian besar data berasal dari studi preklinis, sehingga uji klinis manusia masih diperlukan.
  2. Efek Suplementasi Ekstrak Piper sarmentosum terhadap Densitas Tulang pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Preklinis
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley betina yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    125, 250, 500 mg/kg berat badan per oral; 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Piper sarmentosum dosis 250 mg/kg dan 500 mg/kg/hari mencegah penurunan densitas tulang femur dan menurunkan aktivitas osteoklas. Efeknya setara dengan terapi pengganti estrogen dosis rendah.
  3. Ekstrak Piper sarmentosum Menghambat Peradangan Melalui Jalur NF-κB pada Makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel RAW264.7 (makrofag) yang diinduksi lipopolisakarida
    Dosis/Durasi:
    50, 100, 200 µg/mL; 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol Sirih Belanda menurunkan produksi nitrit oksida, prostaglandin E2, dan sitokin proinflamasi. Penghambatan aktivasi NF-κB diduga menjadi mekanisme utama efek antiinflamasi.
  4. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Ekstrak Daun Piper sarmentosum terhadap Isolat Klinis Multidrug-Resistant

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Antibakteri
    Sampel:
    20 isolat klinis MRSA dan Escherichia coli penghasil ESBL
    Dosis/Durasi:
    125–500 µg/mL; inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak daun Sirih Belanda memiliki efek bakterisidal terhadap bakteri resisten dengan konsentrasi hambat minimum 125–250 µg/mL. Ekstrak juga menghambat pembentukan biofilm secara signifikan.
  5. Potensi Jaringan Farmakologi Piper sarmentosum pada Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Jaringan Farmakologi dan Molecular Docking
    Sampel:
    Data senyawa dari PubChem dan target gen dari GeneCards; 48 senyawa aktif teridentifikasi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (in silico)
    Temuan:
    Sarmentine dan piperine diprediksi memiliki afinitas tinggi terhadap PPARG, AKT1, dan MAPK1. Jalur sinyal PI3K-Akt menjadi jalur yang paling berkaitan dengan efek antidiabetes Sirih Belanda.
  6. Efek Piper sarmentosum terhadap Profil Glukosa Darah dan Lipid pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Preklinis
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley; 8 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    150, 300, 600 mg/kg berat badan per oral; 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Piper sarmentosum menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, serta kolesterol total dan trigliserida. Aktivitas antioksidan enzimatik superoksida dismutase juga meningkat dibanding kelompok kontrol diabetes.

Advertisement


Cari: