Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Arctostaphylos uva-ursi (L.) Spreng.: Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    Literatur ilmiah (studi in vitro, in vivo, dan klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur)
    Temuan:
    Bearberry mengandung arbutin, hidrokuinon, tanin, dan flavonoid yang memiliki aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan. Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk infeksi saluran kemih dan peradangan kulit.
  2. Ekstrak daun Arctostaphylos uva-ursi dan arbutin menghambat adhesi Escherichia coli uropatogenik ke sel uroepitel manusia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    In vitro
    Sampel:
    Sel uroepitel manusia (T24, A498) dan strain Escherichia coli uropatogenik (UPEC)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 0.1–1 mg/mL; arbutin 0.1–1 mM; inkubasi 1–24 jam
    Temuan:
    Ekstrak bearberry dan arbutin secara signifikan menghambat adhesi UPEC ke sel uroepitel manusia. Efek ini diperantarai oleh penghambatan fimbriae tipe 1 dan pengurangan pembentukan biofilm.
  3. Obat herbal untuk infeksi saluran kemih: Tinjauan sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    26 studi klinis
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (400–800 mg ekstrak/hari)
    Temuan:
    Beberapa obat herbal termasuk bearberry menunjukkan potensi dalam mengurangi gejala infeksi saluran kemih. Namun, bukti masih terbatas, heterogen, dan memerlukan uji klinis berkualitas tinggi.
  4. Efikasi Arctostaphylos uva-ursi dalam pengobatan infeksi saluran kemih: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    5 RCT; 1.234 pasien wanita dengan infeksi saluran kemih berulang
    Dosis/Durasi:
    400–800 mg ekstrak/hari selama 3–12 bulan
    Temuan:
    Suplementasi bearberry secara signifikan menurunkan risiko infeksi saluran kemih berulang dibandingkan plasebo. Profil keamanannya baik dengan efek samping ringan seperti gangguan gastrointestinal.
  5. Uji acak terkontrol plasebo kombinasi Arctostaphylos uva-ursi dan D-mannose pada wanita dengan infeksi saluran kemih berulang

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 wanita dengan infeksi saluran kemih berulang
    Dosis/Durasi:
    1 tablet/hari (500 mg ekstrak bearberry + 500 mg D-mannose) selama 6 bulan
    Temuan:
    Kombinasi bearberry dan D-mannose menurunkan kejadian infeksi saluran kemih berulang secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan efek samping yang signifikan antara kelompok perlakuan dan plasebo.
  6. Efek antiinflamasi ekstrak Arctostaphylos uva-ursi dan arbutin pada makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    In vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW 264.7 yang distimulasi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 10–100 µg/mL; arbutin 10–50 µM; inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak bearberry dan arbutin menurunkan produksi nitric oxide (NO), prostaglandin E2 (PGE2), dan sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Efek ini terkait dengan penghambatan jalur NF-κB dan MAPK.
  7. Aktivitas antibiofilm dan anti-quorum sensing ekstrak daun Arctostaphylos uva-ursi terhadap Pseudomonas aeruginosa

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    In vitro
    Sampel:
    Strain Pseudomonas aeruginosa
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 0.5–2 mg/mL; inkubasi 24–48 jam
    Temuan:
    Ekstrak bearberry menghambat pembentukan biofilm dan aktivitas quorum sensing pada Pseudomonas aeruginosa. Ekstrak juga mengurangi produksi faktor virulensi seperti elastase dan pyocyanin.

Advertisement


Cari: